Ratusan drone dan puluhan rudal Rusia menghantam Ukraina. Serangan besar-besaran yang dilancarkan Moskow itu membuat Ukraina membara dan belasan orang tewas.
Seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (2/6/2026), serangan Rusia itu dilaporkan oleh Angkatan Udara Ukraina melaporkan. Mereka menyebut Rusia mengerahkan lebih dari 600 drone dan puluhan rudal, termasuk rudal balistik yang sulit ditembak jatuh.
Dalam pernyataan via Telegram pada Selasa (2/6), Angkatan Udara Ukraina mengatakan pihaknya mendeteksi 656 drone dan 73 rudal yang diluncurkan oleh pasukan militer Rusia dalam semalam.
Kyiv mengatakan bahwa sebanyak 602 drone dan 40 rudal Rusia di antaranya telah ditembak jatuh atau dilumpuhkan oleh pasukan pertahanan udara Ukraina.
Juru bicara Angkatan Udara Ukraina mengatakan lebih lanjut bahwa gelombang serangan udara Moskow itu juga melibatkan delapan rudal hipersonik Zircon -- kemungkinan jumlah terbesar untuk pengerahan rudal hipersonik oleh Rusia selama perang berkecamuk empat tahun terakhir.
Rudal hipersonik Zircon, diklaim oleh Moskow, memiliki jangkauan hingga 1.000 kilometer dan mampu melesat dengan kecepatan sembilan kali kecepatan suara.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pasukannya telah melancarkan "serangan besar-besaran" terhadap fasilitas industri pertahanan Ukraina menggunakan senjata jarak jauh berpresisi tinggi.
Laporan Korban Tewas
Laporan otoritas Ukraina menyebut sedikitnya 11 orang tewas dan lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan rudal dan drone Rusia terhadap sejumlah kota, termasuk ibu kota Kyiv, hingga Selasa (2/6) dini hari.
Foto-foto menunjukkan ledakan-ledakan besar dan kepulan asap membubung di atas gedung-gedung bertingkat di Kyiv. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melaporkan bahwa sedikitnya empat orang tewas dan 65 orang lainnya, termasuk anak-anak, mengalami luka-luka akibat serangan Rusia di area Kyiv.
Dituturkan Klitschko bahwa salah satu rudal Rusia menghantam sebuah gedung apartemen 24 lantai dan membuatnya roboh, menyebabkan orang-orang terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Sebuah blok apartemen 9 lantai termasuk di antara banunan yang dilanda kebakaran akibat serpihan rudal .
Serangan rudal dan drone Moskow juga melanda area kota Dnipro dan sekitarnya, dengan gubernur setempat, Oleksandr Hanzha, melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas dan 36 orang lainnya mengalami luka-luka. Hanzha menyebut semua korban luka dirawat di rumah sakit dalam kondisi cedera sedang.
Baca juga: 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini |
Hanzha mengunggah foto-foto bangunan permukiman yang hancur, kendaraan yang terbakar, dan taman bermain anak-anak yang rusak akibat serangan Rusia.
Area Kharkiv di Ukraina bagian timur laut juga dilanda serangan rudal dan drone Moskow, dengan Wali Kota setempat, Ihor Terekhov, melaporkan sedikitnya 10 orang, termasuk satu anak-anak, mengalami luka-luka.
Ukraina: Putin Penjahat Perang
Pemerintah Ukraina menyebut gelombang serangan udara terbaru Rusia terhadap wilayahnya menunjukkan bahwa Presiden Vladimir Putin kehabisan pilihan militer dalam invasinya, yang telah berkecamuk selama empat tahun terakhir.
"Putin merupakan seorang penjahat perang dan pecundang yang tidak memiliki kartu lain, selain teror," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina, Andriy Sybiga, dalam pernyataan via media sosial, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (2/6).
"Moskow kalah di medan perang. Tidak ada jumlah rudal yang dapat mengubah ini," tegasnya.
Lihat Video 'Serangan Besar-besaran Rusia ke Ukraina, 656 Drone Diluncurkan!':











































