Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan geram pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas eskalasi militer Israel di Lebanon. Hal itu terjadi dalam percakapan telepon yang dilakukan keduanya pada hari Senin (1/6) waktu setempat.
Menurut Axios, Trump marah karena operasi Israel terhadap kelompok milisi Hizbullah di Lebanon berisiko menggagalkan diplomasi yang sedang berlangsung dengan Iran, dan merusak upaya untuk mempertahankan gencatan senjata regional yang rapuh.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (2/6/2026):
- Besar-besaran! 656 Drone Rusia Melesat ke Ukraina, 11 Orang Tewas
Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia mengerahkan lebih dari 600 drone dan puluhan rudal, termasuk rudal balistik yang sulit ditembak jatuh, dalam serangan besar-besaran terhadap negara tetangganya tersebut.
Jumlah korban tewas akibat gelombang serangan Moskow di Ukraina, seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (2/6/2026), bertambah menjadi sedikitnya 11 orang.
Dalam pernyataan via Telegram pada Selasa (2/6), Angkatan Udara Ukraina mengatakan pihaknya mendeteksi 656 drone dan 73 rudal yang diluncurkan oleh pasukan militer Rusia dalam semalam.
- Iran Ingatkan Israel Tak Serang Lebanon Lagi: Kesabaran Ada Batas!
Komando militer utama Iran mengingatkan bahwa jika Israel melakukan serangan terhadap ibu kota Lebanon, Beirut, maka penduduk Israel utara harus meninggalkan daerah tersebut, jika mereka tidak ingin terluka.
Dilansir Al Arabiya, Selasa (2/6/2026), peringatan itu muncul ketika Mohsen Rezaei, penasihat pemimpin tertinggi Iran, mengatakan bahwa eskalasi lebih lanjut di Lebanon "tidak akan ditoleransi." Dia menambahkan dalam sebuah unggahan di media sosial X, bahwa "kesabaran angkatan bersenjata Republik Islam Iran memiliki batas."
Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan terhadap pinggiran selatan Beirut yang dikuasai kelompok milisi Hizbullah pada hari Senin (1/6) waktu setempat. Ini memicu gelombang pengungsian baru dalam konflik yang telah menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi di Lebanon.
- Media Singapura Soroti Rupiah Anjlok Bikin Jakarta Diserbu Turis
Media Singapura menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah dan serangkaian kejahatan jalanan baru-baru ini di Jakarta, dan video viral tentang perampokan yang menargetkan wisatawan. Namun, para turis Singapura dilaporkan tak terpengaruh dengan hal itu, karena mereka punya tujuan lain.
Dalam artikelnya bertajuk "Jakarta crime fears rise, but rupiah slide keeps Singaporeans coming for shopping and food", media Singapura, The Straits Times menuliskan bahwa bagi banyak orang, nilai tukar rupiah yang lemah telah meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai tujuan belanja dan kuliner.
"Tidak ada waktu untuk takut -- terlalu banyak belanja yang harus dilakukan," canda Noraini Rahmat saat diwawancarai The Straits Times, Senin (1/6/2026). Perempuan berumur 52 tahun itu berada di Jakarta bersama dua saudara perempuannya untuk apa yang ia sebut sebagai "maraton belanja besar-besaran" dari tanggal 22 hingga 25 Mei.
- Hizbullah Serang Militer Israel Usai Trump Umumkan Serangan Disetop
Kelompok milisi Hizbullah mengklaim telah melancarkan sejumlah serangan terhadap target-target militer Israel di Lebanon bagian selatan. Serangan itu dilancarkan beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan Israel dan Hizbullah telah setuju agar "semua serangan dihentikan".
Hizbullah dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan First Post, Selasa (2/6/2026), mengatakan bahwa para petempurnya menargetkan sebuah tank Merkava milik Israel dengan drone tempur dan menggempur pasukan Israel dengan "rentetan roket dan tembakan artileri", dalam serangan di area kota Hadatha.
Dalam pernyataan lebih lanjut, Hizbullah yang didukung Iran, mengklaim para petempurnya juga menyerang dua tank Israel lainnya yang ada di area yang sama di Lebanon bagian selatan.
- Trump Marah-marah ke Netanyahu soal Lebanon: Anda Benar-benar Gila!
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan geram pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas eskalasi militer Israel di Lebanon. Hal itu terjadi dalam percakapan telepon yang dilakukan keduanya pada hari Senin (1/6) waktu setempat.
Demikian diungkapkan dua pejabat AS dan sumber ketiga yang diberi tahu tentang percakapan tersebut kepada media Axios, Selasa (2/6/2026).
Menurut Axios, Trump marah karena operasi Israel terhadap kelompok milisi Hizbullah di Lebanon berisiko menggagalkan diplomasi yang sedang berlangsung dengan Iran, dan merusak upaya untuk mempertahankan gencatan senjata regional yang rapuh.
Tonton juga Video: Terpopuler Sepekan: Sapi Kurban Prabowo-Israel Masuk Daftar Hitam PBB











































