Pemerintah Ukraina menyebut gelombang serangan udara terbaru Rusia terhadap wilayahnya menunjukkan bahwa Presiden Vladimir Putin kehabisan pilihan militer dalam invasinya, yang telah berkecamuk selama empat tahun terakhir.
"Putin merupakan seorang penjahat perang dan pecundang yang tidak memiliki kartu lain, selain teror," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina, Andriy Sybiga, dalam pernyataan via media sosial, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (2/6/2026).
"Moskow kalah di medan perang. Tidak ada jumlah rudal yang dapat mengubah ini," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Menlu Ukraina ini disampaikan setelah Angkatan Udara Kyiv melaporkan bahwa Rusia mengerahkan 656 drone dan 73 rudal, termasuk rudal hipersonik Zircon yang sulit ditembak jatuh, dalam serangan besar-besaran terhadap negara tersebut.
Kyiv menyatakan bahwa sebanyak 602 drone dan 40 rudal Moskow di antaranya telah ditembak jatuh atau dinetralisir oleh pasukan pertahanan udara Ukraina.
Juru bicara Angkatan Udara Ukraina mengatakan bahwa gelombang serangan udara Rusia itu juga melibatkan delapan rudal hipersonik Zircon -- kemungkinan jumlah terbesar untuk pengerahan rudal hipersonik oleh Rusia selama perang berkecamuk empat tahun terakhir.
Rudal hipersonik Zircon, diklaim oleh Moskow, memiliki jangkauan hingga 1.000 kilometer dan mampu melesat dengan kecepatan sembilan kali kecepatan suara.
Laporan otoritas Ukraina menyebut sedikitnya 11 orang tewas dan lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan rudal dan drone Rusia terhadap sejumlah kota, termasuk ibu kota Kyiv, hingga Selasa (2/6) dini hari.
Empat korban tewas di antaranya ada di area ibu kota Kyiv, dengan Wali Kota Vitali Klitschko menyebut 65 orang lainnya, termasuk anak-anak, mengalami luka-luka.
Tujuh korban tewas lainnya ada di kota Dnipro yang juga menjadi target serangan rudal dan drone Rusia. Gubernur Dnipro, Oleksandr Hanzha, melaporkan 36 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan semuanya kini dirawat di rumah sakit dalam kondisi cedera sedang.
Lihat juga Video 'Ibu Kota Ukraina Dibombardir Ratusan Drone-Rudal Oreshnik oleh Rusia':











































