×
Ad

Saudi-Kuwait Cabut Pembatasan, AS Akan Lanjutkan Project Freedom Hormuz

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 08 Mei 2026 13:43 WIB
Markas besar Pentagon di Arlington County, Virginia, AS (dok. AFP/DANIEL SLIM)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan kembali "Project Freedom" di Selat Hormuz, yang dihentikan sementara oleh Presiden Donald Trump. Hal itu setelah Arab Saudi dan Kuwait mencabut pembatasan akses militer AS terhadap pangkalan dan wilayah udara kedua negara tersebut.

Project Freedom merupakan misi militer AS yang bertujuan memandu kapal-kapal dari negara-negara netral untuk melintasi Selat Hormuz secara aman, dimulai pada Senin (4/5) waktu setempat. Misi ini berpotensi menantang langkah Iran membatasi pelayaran di jalur perairan strategis tersebut.

Laporan media terkemuka AS Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip sejumlah pejabat AS dan Saudi, seperti dilansir TRT World, Jumat (8/5/2026), menyebutkan bahwa pemerintahan Trump sedang bersiap untuk memulai kembali operasi pengawalan militer terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, dengan dukungan Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS.

Misi militer AS itu ditangguhkan sejak awal pekan ini setelah beroperasi selama 36 jam.

Menurut WSJ, para perencana kebijakan di Pentagon atau Departemen Pertahanan AS kini sedang menilai kerangka waktu untuk melanjutkan operasi pengawalan militer tersebut.

Beberapa pejabat AS, yang dikutip WSJ dalam laporannya, mengindikasikan bahwa misi pengawalan itu dapat dimulai kembali paling cepat minggu ini.

Pertimbangan semacam itu muncul setelah Saudi dan Kuwait mencabut pembatasan penggunaan pangkalan militer dan wilayah udara mereka oleh militer AS, yang diberlakukan setelah peluncuran Project Freedom oleh Washington yang bertujuan membuka kembali Selat Hormuz.




(nvc/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork