Awal Mula Bentrokan Maut di Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Awal Mula Bentrokan Maut di Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 12 Agu 2026 16:30 WIB
Kapal induk USS Abraham Lincoln (Foto: REUTERS/Mike Blake/File Photo)
Kapal induk USS Abraham Lincoln (Foto: REUTERS/Mike Blake/File Photo)
Jakarta -

Bentrokan maut dilaporkan terjadi di atas kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln yang dikerahkan di tengah berkecamuknya perang antara AS dan Iran. Dalam bentrokan tersebut, menurut laporan media Iran, tujuh personel Angkatan Laut AS tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Insiden tersebut dinilai mencerminkan semakin meningkatnya keresahan di kalangan awak kapal dan tekanan yang kian memuncak di dalam internal militer AS akibat masa pengerahan yang berkepanjangan.

Laporan soal bentrokan sengit di kapal induk AS itu, seperti dilansir Press TV, Rabu (12/6/2026), disampaikan oleh kantor berita Iran, Tasnim News Agency, yang mengutip sumber militer terpercaya. Bagaimana awal mulanya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan Tasnim, insiden tersebut bermula ketika seorang penasihat untuk Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper naik ke USS Abraham Lincoln untuk menanggapi keluhan-keluhan yang semakin meningkat dari para awak kapal induk tersebut.

Keluhan ini muncul menyusul protes yang disampaikan pihak keluarga para tentara AS terkait lamanya masa penugasan kapal induk tersebut.

Penasihat CENTCOM itu disambut cemoohan dan lemparan botol air saat berbicara di hadapan para personel Angkatan Laut AS yang berkumpul.

"Penasihat tersebut disoraki dan dilempari botol air saat berbicara di depan sekelompok personel," kata sumber militer seperti dilaporkan Tasnim.

Situasi kemudian dengan cepat berubah menjadi bentrokan fisik yang ganas.

"Konfrontasi kemudian berkembang menjadi perkelahian di antara anggota kru yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya, menyebabkan tujuh personel tewas dan beberapa lainnya luka-luka," ujar sumber tersebut.

Suasana di atas kapal induk AS itu dilaporkan masih tegang dan tidak menentu.

Belum ada tanggapan langsung militer AS atau Gedung Putih atas laporan media Iran tersebut.

USS Abraham Lincoln telah menjalani pengerahan selama 263 hari. Saat ini, kapal induk AS ini sedang beroperasi di Samudra Hindia, dengan misi utama menegakkan blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

USS Abraham Lincoln sudah berada di lautan selama 208 hari berturut-turut, yang menjadi masa pengerahan tanpa henti terlama bagi sebuah kapal induk AS di era modern. Kapal induk AS ini hanya singgah sebentar di Oman pada Juli lalu.

Laporan soal bentrokan mematikan ini muncul saat kekhawatiran meningkat terkait kondisi kehidupan dan kondisi kerja yang dihadapi sekitar 5.000 pelaut dan Marinir AS di kapal induk tersebut.

Keluarga-keluarga tentara AS menyuarakan kekhawatiran mengenai kelelahan, kesehatan mental, dan dampak dari pengerahan berkepanjangan terhadap kemampuan dalam menjalankan tugas secara aman.

Sebelumnya dalam pertemuan di San Diego, AS, pekan lalu, sekitar 200 kerabat personel militer AS mengkonfrontasi Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao mengenai kondisi di dalam kapal induk tersebut dan belum adanya tanggal pasti untuk kepulangan awak kapal.

Lihat juga Video: Polisi Tetapkan 7 Tersangka Terkait Bentrokan Maut di Menteng Jakpus

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait