Otoritas Iran menangkap empat orang yang diduga mata-mata Israel di wilayahnya. Keempat orang yang ditangkap itu diduga kuat terkait dengan badan intelijen Israel, Mossad.
Penangkapan empat terduga mata-mata Israel itu, seperti dilansir AFP, Kamis (16/4/2026), diumumkan saat Iran masih terlibat perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, meskipun gencatan senjata selama dua minggu sedang berlangsung yang menghentikan sementara pertempuran.
Pekan ini, para pejabat AS membahas kemungkinan perundingan damai putaran terbaru dengan Iran, setelah putaran pertama yang digelar di Pakistan pada Sabtu (11/4) lalu berakhir tanpa kesepakatan apa pun.
Keterangan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang dikutip kantor berita IRNA, menyatakan bahwa keempat terduga mata-mata Mossad itu ditangkap di Provinsi Gilan, Iran bagian utara.
"Empat agen terkait Mossad ditangkap di Provinsi Gilan," sebut IRGC dalam pernyataannya.
Keempat tersangka itu ditangkap atas dugaan memberikan informasi soal situs militer dan keamanan Iran kepada Mossad, yang merupakan badan intelijen luar negeri Israel.
"Para tersangka telah memberikan foto-foto dan lokasi beberapa situs militer dan keamanan yang sensitif dan penting kepada agen intelijen Mossad melalui internet," demikian disampaikan IRGC dalam pernyataannya.
(nvc/idh)