Bos Mossad Klaim Dapat Intelijen Berharga dalam Operasi di Iran

Bos Mossad Klaim Dapat Intelijen Berharga dalam Operasi di Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 28 Apr 2026 17:50 WIB
Kepala badan intelijen Israel, Mossad, David Barnea, dalam foto yang diambil di Tel Aviv pada Januari 2023 (dok. REUTERS/Amir Cohen)
Kepala badan intelijen Israel, Mossad, David Barnea, dalam foto yang diambil di Tel Aviv pada Januari 2023 (dok. REUTERS/Amir Cohen)
Tel Aviv -

Badan intelijen Israel, Mossad, mengklaim telah melakukan operasi menembus wilayah Iran dan Lebanon. Mossad menyebut operasinya itu berhasil memperoleh "intelijen berharga", terutama dari dalam Iran.

Klaim tersebut, seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (28/4/2026), disampaikan oleh kepala Mossad, David Barnea, dalam pernyataan terbarunya pada Selasa (28/4) waktu setempat. Barnea telah memimpin Mossad sejak Juni 2021, dengan masa jabatannya akan berakhir pada Juni 2026.

Barnea mengatakan bahwa Mossad telah mendapatkan keuntungan intelijen strategis dan taktis, termasuk akses terhadap apa yang digambarkan sebagai beberapa rahasia paling sensitif musuh.

Dia mengklaim bahwa badan intelijen Israel itu telah menunjukkan kemampuan operasional baru dan belum pernah terjadi sebelumnya di dalam negara-negara target operasi.

Barnea, dalam pernyataannya, juga menyoroti apa yang disebutnya sebagai pergeseran dalam pendekatan operasional Mossad, dengan mengatakan bahwa badan intelijen tersebut telah berubah menjadi kekuatan yang lebih ofensif dan aktif selama masa perang.

Sebelumnya, menurut Barnea, fokus Mossad ada pada aktivitas rahasia di antara konflik-konflik.

Menurutnya, pergeseran ini tercermin dalam operasi-operasi menargetkan Iran dan Lebanon, yang didukung oleh pembentukan unit-unit baru dan kemampuan khusus dalam beberapa tahun terakhir, serta adopsi teknologi canggih dan inovasi di berbagai tingkatan pekerjaan.

Barnea, menurut laporan media lokal Israel, juga menekankan pentingnya mempertahankan kemampuan operasional berbasis manusia untuk melaksanakan misi dan operasi khusus.

Klaim Barnea itu disampaikan ketika Iran, dalam beberapa bulan terakhir, mengumumkan penangkapan dan eksekusi mati puluhan warganya yang dituduh bekerja sama dengan Mossad.

Pernyataan kepala Mossad tersebut menyusul apa yang digambarkan Israel sebagai penetrasi intelijen yang signifikan ke dalam wilayah Iran, yang menurut mereka telah memungkinkan pembunuhan puluhan pemimpin politik dan militer Teheran sejak perang meletus pada 28 Februari lalu.

Di antara tokoh pemimpin Iran yang tewas adalah mantan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, dan komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mohammad Bagheri.

Israel juga menewaskan para pemimpin senior Hizbullah di Lebanon selama pertempuran yang dimulai pada tahun 2024, setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang menghancurkan di Jalur Gaza.

Tonton juga video "AS-Iran Ketemu Lagi di Pakistan, Trump Utus Menantunya"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait