Iran Tangkap 4 Orang Terduga Mata-mata Israel

Iran Tangkap 4 Orang Terduga Mata-mata Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 16 Apr 2026 13:24 WIB
Ilustrasi (dok. Getty Images/iStockphoto/Fahroni)
Ilustrasi (dok. Getty Images/iStockphoto/Fahroni)
Teheran -

Otoritas Iran menangkap empat orang yang diduga mata-mata Israel di wilayahnya. Keempat orang yang ditangkap itu diduga kuat terkait dengan badan intelijen Israel, Mossad.

Penangkapan empat terduga mata-mata Israel itu, seperti dilansir AFP, Kamis (16/4/2026), diumumkan saat Iran masih terlibat perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, meskipun gencatan senjata selama dua minggu sedang berlangsung yang menghentikan sementara pertempuran.

Pekan ini, para pejabat AS membahas kemungkinan perundingan damai putaran terbaru dengan Iran, setelah putaran pertama yang digelar di Pakistan pada Sabtu (11/4) lalu berakhir tanpa kesepakatan apa pun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keterangan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang dikutip kantor berita IRNA, menyatakan bahwa keempat terduga mata-mata Mossad itu ditangkap di Provinsi Gilan, Iran bagian utara.

"Empat agen terkait Mossad ditangkap di Provinsi Gilan," sebut IRGC dalam pernyataannya.

Keempat tersangka itu ditangkap atas dugaan memberikan informasi soal situs militer dan keamanan Iran kepada Mossad, yang merupakan badan intelijen luar negeri Israel.

"Para tersangka telah memberikan foto-foto dan lokasi beberapa situs militer dan keamanan yang sensitif dan penting kepada agen intelijen Mossad melalui internet," demikian disampaikan IRGC dalam pernyataannya.

Identitas keempat tersangka yang ditangkap tidak diungkap ke publik. Laporan IRNA menyebut keempatnya telah diserahkan kepada otoritas kehakiman Iran.

Penangkapan terhadap orang-orang yang diduga bekerja sama dengan intelijen Israel mengalami peningkatan di Iran, terutama sejak perang selama 12 hari yang berkecamuk antara Tehran dan Tel Aviv. AS juga terlibat dalam perang itu dengan mengebom fasilitas nuklir Iran.

Sejak perang terjadi, Teheran berjanji untuk mempercepat proses persidangan bagi orang-orang yang ditangkap karena dicurigai berkolaborasi dengan Israel. Sebagian besar mereka yang dituduh menjadi mata-mata Mossad telah dijatuhi hukuman mati dan kemudian dieksekusi mati.

Iran yang tidak mengakui Israel, telah sejak lama menuduh Tel Aviv melakukan operasi sabotase terhadap fasilitas nuklirnya dan membunuh para ilmuwan nuklir mereka.

Pada Oktober tahun lalu, Teheran memperketat undang-undang dan hukuman bagi orang-orang yang dituduh menjadi mata-mata Israel dan AS, yang sekarang akan "dihukum dengan penyitaan semua aset ... dan dikenakan hukuman mati".

Undang-undang sebelumnya tidak menargetkan negara tertentu, dan kejahatan spionase tidak selalu dihukum mati.

Lihat juga Video: Ada Mata-mata AS dan Israel di PBB?

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait