Memanas! AS Cegat Kapal Tanker Minyak Iran, Perintahkan Putar Balik

Memanas! AS Cegat Kapal Tanker Minyak Iran, Perintahkan Putar Balik

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 21 Mei 2026 11:17 WIB
Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (Foto: Reuters)
Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (Foto: Reuters)
Jakarta -

Marinir Amerika Serikat mencegat sebuah kapal tanker minyak berbendera Iran, sebelum kemudian melepaskannya dan memerintahkannya untuk mengubah haluan. Demikian disampaikan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan.

CENTCOM menyatakan bahwa militer AS sejauh ini telah mengalihkan 91 kapal untuk memastikan kepatuhan terhadap blokade yang diberlakukan AS bulan lalu.

Dalam insiden yang terjadi pada hari Rabu (20/5) waktu setempat tersebut, Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 (MEU) menaiki kapal M/T Celestial Sea, yang diduga mencoba melanggar blokade AS.

CENTCOM mengatakan kapal tanker minyak tersebut sedang transit menuju pelabuhan Iran.

"Pasukan Amerika melepaskan kapal tersebut setelah melakukan penggeledahan dan mengarahkan awak kapal untuk mengubah haluan," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan, dilansir Al Arabiya, Kamis (21/5/2026).

Amerika Serikat dan Iran hingga kini belum mencapai kesepakatan damai. Kedua negara terus melontarkan ancaman satu sama lain. Sementara Israel pun mengatakan pasukannya kini telah berada dalam posisi siaga dalam menghadapi potensi perang.

Kepala Angkatan Darat Israel, Letnan Kolonel Eyal Zamir, mengatakan bahwa militer berada pada tingkat siaga tertinggi, karena Teheran dan Washington saling melontarkan ancaman perang.

"Saat ini, IDF (militer) berada pada tingkat siaga tertinggi dan siap untuk setiap perkembangan," kata Zamir dalam pertemuan semua komandan divisi, dilansir AFP, Rabu (20/5/2026).

Garda Revolusi Islam Iran sebelumnya memperingatkan bahwa perang Timur Tengah akan meluas keluar kawasan, jika Amerika Serikat dan Israel melanjutkan serangan terhadap republik Islam tersebut.

"Jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang dijanjikan kali ini akan meluas jauh keluar kawasan, dan serangan dahsyat kami akan menghancurkan Anda," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan di situs web mereka, Sepah News, seperti dilansir kantor berita AFP.

Peringatan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Washington dapat menyerang Iran lagi, jika tidak ada kesepakatan tentang penyelesaian perang dalam beberapa hari mendatang.

Kedua pihak telah meningkatkan ancaman mereka sambil bertukar proposal untuk mengakhiri perang, yang meletus sejak 28 Februari. Gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April.

Tonton juga video "Iran Tuding AS Melanggar Gencatan Senjata Usai Serang Kapal Tanker"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait