Kelompok Hamas dilaporkan mengirimkan surat rahasia kepada pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, saat Teheran sedang berperang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Apa isi surat tersebut?
Surat dari Hamas itu mengisyaratkan potensi dukungan untuk Iran dalam konfrontasi yang meningkat dengan Washington dan Tel Aviv.
Surat tersebut bertolak belakang dengan pernyataan terbuka yang disampaikan Hamas pada Sabtu (14/3) lalu, yang isinya menyerukan Iran untuk tidak menargetkan negara-negara Teluk dalam serangan pembalasannya.
Laporan media Israel KAN News, seperti dilansir The Times of India dan Jerusalem Post, Selasa (17/3/2026), menyebutkan bahwa sebenarnya ada dua surat yang dikirimkan oleh Hamas, yang berperang melawan Israel di Jalur Gaza tersebut, kepada kepemimpinan Iran.
Satu surat, sebut KAN News, bersifat publik dan bernada diplomatik, sedangkan satu surat lainnya bersifat rahasia dan menunjukkan wajah Hamas yang kurang diplomatis.
"Meskipun kelompok ini menegaskan hak Iran untuk merespons agresi ini dengan segala cara yang tersedia sesuai dengan norma dan hukum internasional, kelompok ini menyerukan kepada saudara-saudara kita di Iran untuk tidak menargetkan negara-negara tetangga," kata Hamas dalam suratnya yang bersifat publik.
Dalam surat rahasianya, Hamas mendorong pemimpin tertinggi Iran untuk "mengaktifkan semua front" di seluruh kawasan tersebut. Hamas juga menyerukan aksi terkoordinasi oleh kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran di Lebanon, Irak, dan Yaman, dengan tujuan meningkatkan tekanan terhadap Israel.
"Gerakan Hamas hari ini berdiri teguh dengan seluruh kekuatannya di belakang kepemimpinan bijaksana Anda dalam menghadapi anarki 'Zionis-Amerika'," sebut Hamas dalam surat rahasia kepada Mojtaba.
(nvc/ita)