Houthi Ancam Intervensi Militer di Tengah Perang AS-Israel Vs Iran

Houthi Ancam Intervensi Militer di Tengah Perang AS-Israel Vs Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 27 Mar 2026 11:12 WIB
Pemimpin Houthi, Abdul-Malik al-Houthi (dok. REUTERS/Khaled Abdullah)
Pemimpin Houthi, Abdul-Malik al-Houthi (dok. REUTERS/Khaled Abdullah)
Sanaa -

Kelompok militan Houthi yang bermarkas di Yaman menegaskan pihaknya "tidak netral" dalam perang yang terus berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Houthi yang didukung Iran ini, memperingatkan bahwa kelompoknya akan melakukan intervensi militer, jika perkembangan regional mengharuskannya.

Pemimpin Houthi, Abdul-Malik al-Houthi, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (27/3/2026), menyebut serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran "tidak dapat dibenarkan".

"Kami tidak netral, tetapi posisi kami berasal dari rasa memiliki terhadap Islam dan bangsa Islam," ucap Al-Houthi dalam pidato yang disiarkan televisi Al-Masirah milik kelompok tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setiap perkembangan di lapangan akan ditanggapi dengan sikap militer jika diperlukan, seperti pada putaran-putaran sebelumnya," kata Al-Houthi dengan nada memperingatkan.

Dia menyebut serangan AS-Israel terhadap Iran telah merugikan kepentingan ekonomi banyak negara di dunia dan berdampak pada keamanan serta stabilitas regional.

"Perkembangan di kawasan ini selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa AS dan Israel berupaya melaksanakan rencana Zionis yang menargetkan semua negara di kawasan ini dengan tujuan mengubah Timur Tengah dan menciptakan Israel Raya," sebut Al-Houthi dalam pidatonya.

Kelompok Houthi, yang didukung oleh Iran, menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk ibu kota Sanaa, sejak tahun 2014 lalu saat konflik sipil pecah di negara yang terletak Semenanjung Arab tersebut.

Sejak perang berkecamuk di Jalur Gaza antara Hamas, yang juga didukung Teheran, dan Israel pada tahun 2023 lalu, Houthi melancarkan rentetan serangan rudal dan drone terhadap target-target di wilayah Israel dan terhadap kapal-kapal yang melintas di Laut Merah.

Disebutkan kelompok Houthi bahwa serangan-serangannya merupakan pembalasan atas serangan mematikan Tel Aviv di Jalur Gaza, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 72.000 orang.

Kawasan Timur Tengah semakin memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari. Total sedikitnya 1.340 orang tewas akibat rentetan serangan AS-Israel di berbagai wilayah Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Serangan pembalasan Iran itu memicu kerusakan dan korban luka di Israel maupun negara-negara Teluk. Sedikitnya 13 tentara AS di negara-negara Teluk tewas akibat rentetan serangan pembalasan Iran. Sebanyak 290 tentara AS lainnya luka-luka, dengan 10 personel di antaranya mengalami cedera serius.

Lihat juga Video: Houthi Serang Israel dengan Drone

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait