Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer, mengatakan bahwa mantan Pangeran Andrew seharusnya beraksi di hadapan komite Kongres Amerika Serikat (AS), menyusul pengungkapan terbaru tentang hubungannya dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Dokumen kasus Epstein yang baru diungkap ke publik oleh Departemen Kehakiman AS pada Jumat (30/1), mencakup sejumlah email yang menunjukkan adik laki-laki Raja Inggris Charles III itu tetap berkomunikasi rutin dengan Epstein selama lebih dari dua tahun setelah dia dinyatakan bersalah atas kejahatan seksual terhadap anak.
Dokumen tersebut juga mencakup foto-foto yang tampaknya menunjukkan Andrew sedang berjongkok dan menyentuh pinggang seorang perempuan tak dikenal yang terbaring di atas lantai. Wajah perempuan itu tampak disensor.
Menyusul dirilisnya dokumen baru kasus Epstein itu ke publik, seperti dilansir Reuters, Selasa (3/2/2026), Starmer mengatakan bahwa Andrew harus hadir langsung di hadapan anggota Kongres AS untuk menjelaskan semuanya yang dia ketahui tentang Epstein untuk membantu para korbannya.
"Siapa pun yang memiliki informasi harus siap untuk membagikan informasi tersebut dalam bentuk apa pun yang diminta," kata Starmer, saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat yang terbang ke Jepang setelah kunjungan empat hari ke China.
"Anda tidak bisa berpusat pada korban jika Anda tidak siap untuk melakukan itu," ujarnya.
Pada November tahun lalu, sejumlah anggota komite Kongres AS yang menyelidiki kasus Epstein menyerukan agar Andrew menjawab sejumlah pertanyaan.
(nvc/ita)