Kerajaan Inggris Siap Bantu Polisi Selidiki Pangeran Andrew Terkait Epstein

Kerajaan Inggris Siap Bantu Polisi Selidiki Pangeran Andrew Terkait Epstein

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 10 Feb 2026 17:07 WIB
Kerajaan Inggris Siap Bantu Polisi Selidiki Pangeran Andrew Terkait Epstein
Andrew Mounbatten-Windsor (dok. REUTERS/Chris Radburn)
London -

Istana Kerajaan Inggris mengatakan siap membantu kepolisian dalam penyelidikan terhadap mantan Pangeran Andrew terkait hubungannya dengan mendiang pelaku kejahatan seks Amerika Serikat (AS), Jeffrey Epstein, yang kasusnya menggemparkan dunia.

Kepolisian Inggris sedang menyelidiki dugaan soal Andrew, yang telah dilucuti gelar kerajaannya, pernah membagikan dokumen rahasia London kepada Epstein.

Kepolisian Thames Valley di Inggris, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (10/2/2026), mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menyelidiki klaim soal Andrew Mountbatten-Windsor, sebagaimana dia dikenal sekarang, membagikan sejumlah dokumen rahasia kepada Epstein saat dia menjabat utusan perdagangan Inggris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andrew secara konsisten membantah telah melakukan pelanggaran hukum apa pun terkait Epstein.

Istana Buckingham, dalam sebuah pernyataan, mengatakan bahwa Raja Charles III, kakak laki-laki Andrew, telah menyatakan keprihatinan mendalam atas tuduhan yang bermunculan terhadap adiknya tersebut.

Ditambahkan Istana Buckingham dalam pernyataannya bahwa tanggung jawab untuk menanggapi tuduhan-tuduhan spesifik berada di tangan Mountbatten-Windsor sendiri. Namun Istana Buckingham mengindikasikan mereka akan bekerja sama dengan penyelidikan kepolisian mana pun.

"Meskipun klaim spesifik yang dimaksud adalah tanggung jawab Tuan Mountbatten-Windsor sendiri, jika kami dihubungi oleh Kepolisian Thames Valley, kami siap mendukung mereka seperti yang Anda harapkan," kata Istana Buckingham dalam pernyataannya.

Istana Buckingham juga menegaskan kembali posisinya mengenai korban pelecehan seksual, dengan mengatakan: "Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, pikiran dan simpati Yang Mulia telah, dan tetap bersama, para korban dari segala bentuk pelecehan."

Tuduhan-tuduhan terhadap Andrew bermunculan setelah Departemen Kehakiman AS merilis kumpulan baru dokumen Epstein pada 30 Januari lalu.

Salah satu korespondensi email tertanggal 30 November 2010 tampaknya menunjukkan bahwa Andrew meneruskan kepada Epstein, apa yang digambarkan sebagai "laporan kunjungan untuk Vietnam, Singapura, Hong Kong, dan Shenzhen" yang berkaitan dengan kunjungan resminya ke Asia Tenggara.

Email terpisah pada Malam Natal tahun 2010 tampak menunjukkan Andrew membagikan kepada Epstein, apa yang digambarkan sebagai pengarahan rahasia soal peluang-peluang investasi yang terkait dengan rekonstruksi Provinsi Helmand di Afghanistan.

Andrew yang kini berusia 65 tahun, telah mengundurkan diri dari tugas kerajaan sejak tahun 2019 saat hubungannya dengan Epstein terungkap ke publik. Dia juga melepaskan semua gelar kerajaannya, termasuk Duke of York, saat tuduhan terhadapnya semakin meningkat.

Pada tahun 2022, Andrew menyelesaikan gugatan perdata yang diajukan Virginia Giuffre, seorang wanita AS yang menuduh Epstein memperdagangkan dirinya kepada Andrew ketika dia berusia 17 tahun. Giuffre meninggal dunia tahun lalu, dengan memoarnya yang dirilis setelah dia berpulang mencakup beberapa klaim spesifik yang melibatkan Andrew.

Andrew selalu membantah tuduhan-tuduhan terhadapnya, dan penyelesaian hukum dengan salah satu korban Epstein tidak dianggap sebagai pengakuan tanggung jawab.

Tonton juga video "Reaksi Inggris soal Foto Pangeran Andrew di Dokumen Epstein Terbaru"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait