Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengklaim bahwa ada bukti jelas yang menghubungkan tindak kekerasan selama unjuk rasa marak di Iran dengan badan intelijen Israel, Mossad.
Araghchi, seperti dilansir Press TV, Senin (12/1/2026), merujuk pada unggahan media sosial mantan Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS), CIA, Mike Pompeo, yang menjabat para periode pertama pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Pompeo juga mantan Menteri Luar Negeri AS.
Unggahan Pompeo pada 2 Januari lalu itu menyebutkan bahwa agen-agen Mossad berkeliaran di jalanan Iran.
Araghchi, dalam pernyataan terbarunya, mengatakan bahwa para personel Kepolisian Iran dieksekusi mati oleh para teroris sungguhan, yang diawasi oleh apa yang secara terbuka diidentifikasi oleh Pompeo sebagai agen-agen Mossad, yang berupaya mengubah unjuk rasa memprotes ekonomi di Iran menjadi kerusuhan.
"Menurut pemerintah AS, Iran 'delusional' karena menilai bahwa Israel dan AS mengobarkan kerusuhan sarat kekerasan di negara kami," kata Araghci dalam pernyataan via media sosial X pada Minggu (11/1) waktu setempat.
"Hanya ada satu masalah: mantan Direktur CIA dari Presiden Trump sendiri telah secara terbuka dan tanpa malu-malu menyoroti apa yang sebenarnya dilakukan Mossad dan para pendukungnya di Amerika," sebut Araghchi, yang menyertakan screenshot postingan Pompeo tersebut dalam unggahannya.
Di tengah situasi tersebut, Araghchi menilai justru AS dan Israel yang "delusional". "Satu-satunya aspek 'delusional' dari situasi saat ini adalah keyakinan bahwa aksi pembakaran tidak akan membakar pelakunya," imbuhnya.
(nvc/ita)