Amerika Serikat (AS) dan Israel berencana membunuh para pejabat tinggi Iran. Rencana itu pun langsung mendapat reaksi dari Iran.
AS dan Israel disebut berencana membunuh pejabat tinggi Iran, termasuk ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi. Iran pun langsung bersurat kepada Sekeretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB.
Rencana pembunuhan ini diungkap oleh Wall Street Journal (WSJ). Dalam laporan itu disebutkan nama kedua petinggi Iran tersebut telah dihapus sementara dari daftar pejabat yang ingin dilenyapkan oleh Israel, seiring AS dan Iran menjajaki kemungkinan perundingan damai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan dalam surat itu bahwa kebijakan kriminal telah diterapkan secara sistematis sejak dimulainya agresi AS-Israel yang tidak beralasan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang dimulai dengan pembunuhan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei, dan beberapa pejabat senior lainnya.
Iran Surati PBB
Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeed Iravani, menyatakan keprihatinan mendalam atas rencana pembunuhan yang dilaporkan media tersebut. Teheran menyebut ancaman tersebut sebagai contoh nyata untuk terorisme negara dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.
"Saya meminta perhatian Yang Mulai dan para anggota Dewan Keamanan terhadap laporan yang diterbitkan di media," kata Iravani dalam suratnya yang dikirimkan pada Kamis (26/3) waktu setempat sebagaimana dilansir Press TV.
"Laporan ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan rezim Israel telah mengidentifikasi dan menetapkan para pejabat tinggi Republik Islam Iran, termasuk Ketua Majelis Permusyawaratan Islam, Bapak Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Menteri Luar Negeri, Bapak Seyyed Abbas Araghchi, sebagai target pembunuhan," imbuhnya.
"Laporan tersebut menggambarkan penangguhan rencana tersebut hanya bersifat sementara," ujar Iravani.
Dalam suratnya kepada PBB, Iravani menekankan bahwa laporan media itu menunjukkan kerangka kerja operasional yang bertujuan untuk membunuh para pejabat politik tertinggi Iran.
Menurutnya, ancaman ini adalah produk dari "pola pikir kriminal" yang secara terbuka menyebut "aturan keterlibatan" sebagai hal yang "bodoh".
"Penggunaan istilah 'daftar target pembunuhan' harus dilihat sebagai manifestasi lain dari tindakan teroris yang sama, yang memulai perang kriminal terhadap Iran, dan sejauh ini telah mengakibatkan kematian lebih dari 3.000 warga sipil," demikian isi surat tersebut.
Iravani juga menggarisbawahi bahwa kebijakan yang direncanakan untuk membunuh pejabat tinggi negara anggota PBB yang berdaulat, merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB, pelanggaran berat terhadap hukum HAM internasional dan hukum kemanusiaan internasional.
Nama Menlu Iran Dicoret
Baru-baru ini Israel disebut telah mencoret nama Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf dari daftar target serangannya. Hal ini setelah Pakistan mengajukan permintaan kepada AS untuk tidak menargetkan kedua pejabat tinggi Iran tersebut.
"Israel memiliki koordinat mereka dan ingin melenyapkan mereka, kami memberitahu AS bahwa jika mereka juga dieliminasi, maka tidak ada lagi yang bisa diajak berunding, oleh karena itu, AS meminta Israel untuk mundur," ungkap seorang sumber Pakistan, yang mengetahui diskusi persoalan tersebut, kepada Reuters.
Iran diketahui sedang mengkaji proposal gencatan senjata berisi 15 poin dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang dikirimkan melalui Pakistan, untuk menghentikan pertempuran yang berkelanjutan.
Proposal gencatan senjata dari AS itu, menurut sumber kabinet Israel yang mengetahui isinya, menyerukan penghapusan stok uranium yang diperkaya tinggi milik Iran, penghentian pengayaan uranium, pembatasan program rudal balistik, dan pemutusan pendanaan untuk sekutu-sekutu regional Teheran.
Beberapa waktu terakhir, Trump mengatakan Iran sangat ingin mencapai kesepakatan dengan AS. Sementara Araghchi menegaskan Teheran sedang mengkaji proposal AS, tetapi tidak ada niat untuk melakukan pembicaraan untuk mengakhiri perang.
Simak juga Video 'Iran Ingin Perang Berakhir: Tapi dengan Syarat Kami':











































