Menlu Iran Klaim Ada Bukti Kerusuhan Terkait Mossad

Menlu Iran Klaim Ada Bukti Kerusuhan Terkait Mossad

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 12 Jan 2026 14:43 WIB
Menlu Iran Klaim Ada Bukti Kerusuhan Terkait Mossad
Menlu Iran Abbas Araghchi (dok. REUTERS/Mohamed Azakir/File Photo)
Teheran -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengklaim bahwa ada bukti jelas yang menghubungkan tindak kekerasan selama unjuk rasa marak di Iran dengan badan intelijen Israel, Mossad.

Araghchi, seperti dilansir Press TV, Senin (12/1/2026), merujuk pada unggahan media sosial mantan Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS), CIA, Mike Pompeo, yang menjabat para periode pertama pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Pompeo juga mantan Menteri Luar Negeri AS.

Unggahan Pompeo pada 2 Januari lalu itu menyebutkan bahwa agen-agen Mossad berkeliaran di jalanan Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Araghchi, dalam pernyataan terbarunya, mengatakan bahwa para personel Kepolisian Iran dieksekusi mati oleh para teroris sungguhan, yang diawasi oleh apa yang secara terbuka diidentifikasi oleh Pompeo sebagai agen-agen Mossad, yang berupaya mengubah unjuk rasa memprotes ekonomi di Iran menjadi kerusuhan.

ADVERTISEMENT

"Menurut pemerintah AS, Iran 'delusional' karena menilai bahwa Israel dan AS mengobarkan kerusuhan sarat kekerasan di negara kami," kata Araghci dalam pernyataan via media sosial X pada Minggu (11/1) waktu setempat.

"Hanya ada satu masalah: mantan Direktur CIA dari Presiden Trump sendiri telah secara terbuka dan tanpa malu-malu menyoroti apa yang sebenarnya dilakukan Mossad dan para pendukungnya di Amerika," sebut Araghchi, yang menyertakan screenshot postingan Pompeo tersebut dalam unggahannya.

Di tengah situasi tersebut, Araghchi menilai justru AS dan Israel yang "delusional". "Satu-satunya aspek 'delusional' dari situasi saat ini adalah keyakinan bahwa aksi pembakaran tidak akan membakar pelakunya," imbuhnya.

Lebih lanjut, Araghchi juga mempertanyakan apakah pemerintah AS akan mentoleransi kebrutalan seperti di dalam wilayahnya sendiri.

Dia menyebut pemerintahan Trump sepenuhnya mendukung kebrutalan polisi di AS, dengan menyebutnya sebagai "pembelaan diri", namun menyerukan negara-negara lainnya untuk tetap diam tentang keberadaan para perusuh yang melakukan kekerasan.

Dia merujuk pada seorang wanita berkewarganegaraan AS yang ditembak mati oleh seorang agen imigrasi dari ICE di Minneapolis, di mana Trump mendukung agen tersebut, yang disebutnya melepas "tembakan membela diri. Otoritas AS juga menyebut korban yang tewas sebagai "teroris domestik".

Ditekankan oleh Araghchi bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengancam warga Amerika dengan komentar berbunyi "Jika Anda menyentuh petugas atau agen federal, Anda akan menghadapi konsekuensi hukum sepenuhnya".

Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dalam pernyataannya, menuduh AS dan Israel berupaya menebar kekacauan dan ketidakstabilan di negaranya.

Pezeshkian mengklaim AS dan Israel telah "melatih kelompok-kelompok tertentu" di dalam negeri dan di luar negeri, serta menyusupkan "para teroris terlatih" ke Iran untuk memicu kerusuhan.


Simak juga Video: Gelombang Demonstrasi di Iran Jadi Sorotan Israel

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads