Tarif Global Dinyatakan Ilegal oleh Pengadilan AS, Trump Murka!

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 30 Agu 2025 11:36 WIB
Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih (dok. Reuters)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan reaksi keras terhadap putusan pengadilan banding AS yang menyatakan sebagian besar tarif yang diberlakukannya secara global adalah ilegal. Trump bersumpah akan melawan putusan tersebut hingga ke Mahkamah Agung AS.

Dalam putusan pada Jumat (29/8), pengadilan banding AS untuk Sirkuit Federal menyatakan sebagian besar tarif yang diberlakukan Trump adalah ilegal. Namun, pengadilan AS mengizinkan tarif Trump untuk tetap berlaku saat ini, memberikannya waktu untuk melanjutkan kasus ini ke Mahkamah Agung.

Putusan pengadilan banding AS tersebut memperkuat putusan pengadilan lebih rendah, yang sebelumnya menyatakan bahwa Trump telah melampaui kewenangannya dalam memanfaatkan kekuatan ekonomi darurat untuk mengenakan bea masuk yang luas.

Dalam tanggapannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (30/8/2025), Trump menyebut pengadilan banding AS telah "secara keliru" menjatuhkan putusan tersebut. Dia juga menuduh pengadilan banding AS "sangat partisan" dalam menjatuhkan putusannya.

"SEMUA TARIF MASIH BERLAKU! Hari ini, Pengadilan Banding yang sangat partisan secara keliru menyatakan bahwa tarif kita harus dihapus, tetapi mereka tahu bahwa Amerika Serikat pada akhirnya akan menang," kata Trump dalam pernyataannya via Truth Social pada Jumat (29/8).

"Jika tarif ini dihapuskan, itu akan menjadi bencana besar bagi negara ini. Itu akan membuat kita lemah secara finansial, dan kita harus kuat," sebutnya.

Menurut Trump, putusan pengadilan banding AS itu akan memiliki dampak "menghancurkan" jika dibiarkan begitu saja.

"AS tidak akan lagi mentoleransi defisit perdagangan yang sangat besar dan tarif yang tidak adil, serta hambatan perdagangan non-tarif yang diberlakukan oleh negara-negara lainnya, baik kawan atau lawan, yang merugikan produsen, petani, dan semua orang," ujarnya.

"Jika dibiarkan, keputusan ini benar-benar akan menghancurkan Amerika Serikat," tegas Trump.




(nvc/idh)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork