Boeing Tipu Investor Soal Keamanan 737 MAX, Didenda Rp 3 T!

ADVERTISEMENT

Boeing Tipu Investor Soal Keamanan 737 MAX, Didenda Rp 3 T!

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 23 Sep 2022 12:01 WIB
FILE - In this April 10, 2019, file photo a Boeing 737 MAX 8 airplane being built for India-based Jet Airways lands following a test flight at Boeing Field in Seattle. Boeing is reassuring airline industry leaders about the safety of the grounded 737 Max as it continues working to get the plane back in service. The aircraft maker invited about 30 union officials, safety experts and others to the Seattle area for two days of meetings with Boeing executives and factory tours. (AP Photo/Ted S. Warren, File)
Ilustrasi Boeing 737 MAX (AP Photo/Ted S. Warren, File)
Washington DC -

Para pejabat keamanan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan hukuman denda sebesar US$ 200 juta (Rp 3 triliun) terhadap perusahaan raksasa produsen pesawat Boeing. Denda dijatuhkan atas dakwaan Boeing memberikan jaminan menyesatkan soal keamanan pesawat jenis 737 MAX menyusul dua kecelakaan mematikan.

Seperti dilansir AFP, Jumat (23/9/2022), Boeing sepakat untuk membayar denda untuk penyelesaian dakwaan yang menyatakan pihaknya 'dengan lalai melanggar ketentuan antipenipuan' dalam undang-undang (UU) sekuritas AS.

Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dalam pernyataannya menyebut Boeing sebagai perusahaan dan para pemimpinnya 'mengutamakan profit di atas orang-orang'.

Mantan CEO Boeing, Dennis Muilenburg, juga sepakat untuk membayar denda sebesar US$ 1 juta (Rp 15 miliar) untuk penyelesaian dakwaan yang sama dalam gugatan sipil.

Penyelesaian dengan pembayaran denda itu menandai pukulan terbaru terhadap Boeing terkait skandal 737 MAX menyusul kecelakaan maskapai Lion Air di Indonesia pada Oktober 2018 dan maskapai Ehtiopian Airlines di Ethiopia pada Maret 2019, yang secara total menewaskan nyaris 350 orang.

Sebulan usai kecelakaan pertama, sebut SEC, keterangan pers yang dirilis Boeing dan disetujui oleh Muilenburg 'secara selektif menyoroti fakta-fakta tertentu', yang menyiratkan kesalahan pilot dan perawatan pesawat yang buruk telah berkontribusi pada kecelakaan itu.

Keterangan pers itu juga menegaskan keamanan pesawat, tanpa mengungkapkan bahwa Boeing mengetahui sistem penanganan pesawat yang penting, Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver (MCAS), memicu masalah keamanan dan sedang dirancang ulang.

Simak juga 'ACT Diduga Selewengkan Dana Boeing Sampai Rp 107,3 Miliar':

[Gambas:Video 20detik]



Usai kecelakaan kedua, SEC menyatakan Boeing dan Muilenburg meyakinkan publik bahwa 'tidak ada kejutan atau celah' dalam sertifikasi federal untuk 737 MAX meskipun menyadari adanya informasi yang bertentangan.

"Pada masa-masa krisis dan tragedi, sangat penting bahwa perusahaan publik dan eksekutifnya memberikan penjelasan sepenuhnya, adil dan jujur kepada pasar," sebut Kepala SEC Garry Gensler dalam keterangan pers.

"Perusahaan Boeing dan mantan CEO-nya, Dennis Muilenburg, telah gagal dalam kewajiban paling mendasar ini. Mereka menyesatkan para investor dengan memberikan jaminan soal keamanan 737 MAX, meskipun mengetahui soal masalah keamanan serius," imbuh Gensler.

SEC menyatakan baik Boeing maupun Muilenburg sepakat untuk membayar denda, namun tidak mengakui ataupun membantah temuan pihak mereka.

Selain hukuman denda dari SEC ini, Boeing pada Januari 2021 lalu sepakat membayar US$ 2,5 miliar sebagai penyelesaian gugatan pidana di AS atas tuduhan Boeing menipu regulator yang mengawasi 737 MAX.

(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT