5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

ADVERTISEMENT

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 17:16 WIB
A general view of a street on the day of the state funeral and burial of Britains Queen Elizabeth, in London, Britain, September 19, 2022.  REUTERS/Carlos Barria
ilustrasi Inggris (Foto: REUTERS/Carlos Barria)
Jakarta -

Meningkatnya biaya hidup di Inggris, khususnya tagihan listrik, telah membuat jutaan warganya menderita. Hampir 11 juta orang kini menunggak tagihan mereka, sementara lebih dari 5 juta orang tidak makan demi bisa membayar tagihan rumah tangga, salah satunya tagihan listrik.

Demikian menurut penelitian baru yang mengungkapkan bahwa 5,6 juta warga Inggris melewatkan makan hanya demi bisa membayar tagihan listrik dalam tiga bulan terakhir sebagai akibat dari krisis. Ini termasuk melewatkan makan, makan sekali sehari atau tidak makan sama sekali pada beberapa hari.

Dilansir dari Business Insider, Kamis (22/9/2022), menurut laporan Money Advice Trust, diperkirakan 20% orang dewasa Inggris, atau 10,9 juta orang, kini menunggak satu atau lebih tagihan rumah tangga -- naik 3 juta orang sejak Maret lalu.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (22/9/2022):

- Warga Rusia Demo Putin Soal Mobilisasi Militer, 1.300 Orang Ditangkap

Lebih dari 1.300 orang dilaporkan telah ditangkap dalam aksi-aksi demonstrasi di Rusia untuk memprotes pengumuman Presiden Vladimir Putin tentang mobilisasi militer untuk berperang di Ukraina.

Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (22/9/2022), kelompok pemantau polisi, OVD-Info menghitung setidaknya 1.332 orang ditahan dalam aksi unjuk rasa di 38 kota berbeda di seluruh Rusia setelah pidato Putin soal mobilisasi militer tersebut.

Protes tersebut merupakan yang terbesar di Rusia sejak aksi-aksi demonstrasi yang pecah menyusul pengumuman intervensi militer Moskow di Ukraina pada Februari lalu.

Wartawan AFP di pusat Moskow, ibu kota Rusia mengatakan setidaknya 50 orang ditahan oleh polisi yang mengenakan perlengkapan anti huru-hara di sebuah jalan perbelanjaan utama.

Di bekas ibu kota kekaisaran Rusia, Saint Petersburg, wartawan AFP melihat polisi mengepung sekelompok kecil pengunjuk rasa dan menahan mereka satu per satu, memasukkan mereka ke dalam bus.

- Pidato di Majelis Umum PBB, Presiden Ukraina Dapat Standing Ovation

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuntut adanya pengadilan khusus PBB untuk menjatuhkan "hukuman yang adil" pada Rusia atas invasinya ke Ukraina, termasuk hukuman finansial dan mencabut hak veto Rusia di Dewan Keamanan PBB.

Hal itu disampaikan Zelensky dalam pidatonya yang direkam untuk para pemimpin dunia di Majelis Umum PBB pada hari Rabu (21/9) waktu setempat. Ini disampaikan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi 300 ribu tentara cadangan ke Ukraina, dan mengancam akan menggunakan senjata nuklir untuk membela Rusia dalam apa yang dia sebut sebagai bentrokan Timur-Barat yang menentukan.

"Sebuah kejahatan telah dilakukan terhadap Ukraina, dan kami menuntut hukuman yang adil," kata Zelensky dalam pidatonya seperti dilansir dari kantor berita Reuters, Kamis (22/9/2022).

- Biden Akui Persaingan dengan China Tapi Tidak Mencari Konflik

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengakui adanya persaingan antara negaranya dan China. Namun, Biden mengatakan bahwa AS tidak mencari konflik dengan raksasa Asia itu.

Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (22/9/2022), Biden mengatakan bahwa AS bertekad untuk mempromosikan visinya tentang kebebasan dan kemakmuran global tetapi tidak mencari "konflik" dengan saingannya, China.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT