ADVERTISEMENT

Perang Rusia Tak Lagi Masuk Akal, Macron Desak Dunia Tekan Putin

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 11:40 WIB
French President Emmanuel Macron waits at the canteen of Eric Tabarly high school during a visit dedicated to vocational education, in Les Sables-dOlonne, France September 13, 2022. Ludovic Marin/Pool via REUTERS/File Photo
Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: Ludovic Marin/Pool via REUTERS/File Photo
Jakarta -

Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak dunia untuk meningkatkan tekanan pada Presiden Rusia Vladimir Putin. Desakan ini disampaikan setelah pemimpin Rusia itu memerintahkan pengerahan pasukan cadangan untuk perang di Ukraina.

Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (22/9/2022), berbicara di sela-sela Sidang Umum PBB, di mana kecaman atas invasi Moskow telah bergema, Macron mengatakan bahwa Barat harus menggunakan "semua cara" yang ada untuk membuat Putin mengubah arah.

"Saya sangat menyesali pilihan Presiden Putin untuk menyeret negaranya, terutama kaum muda, ke dalam perang," kata Macron kepada wartawan di New York.

Macron menyebut keputusan Putin itu hanya akan "berfungsi untuk mengisolasi Rusia lebih jauh."

"Dan masyarakat internasional harus memberikan tekanan maksimum pada Presiden Putin untuk menghentikan perang ini yang tidak lagi masuk akal," cetus Macron.

Macron juga menyambut baik pernyataan kekuatan Asia, China dan India, yang telah menyerukan gencatan senjata di Ukraina.

"Jadi Rusia semakin terisolasi dan terlibat dalam perang yang diinginkannya sendiri dan itu ilegal dan tidak sah," ujar Macron.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan pada Rabu (21/9), Rusia akan memobilisasi sekitar 300.000 tentara cadangan untuk berperang di Ukraina. Ini disampaikan setelah Putin mengatakan mobilisasi parsial dari 2 juta pasukan cadangan militernya adalah untuk mempertahankan Rusia dan wilayahnya.

Putin pun bersumpah akan menggunakan "semua cara yang tersedia" untuk melindungi wilayah Rusia. Putin bahkan mengingatkan bahwa soal penggunaan senjata nuklir bukan hanya gertakan.

Simak Video 'Zelensky di Sidang PBB: Kami Tuntut Rusia Dihukum Seadil-adilnya!':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT