ADVERTISEMENT

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2022 18:23 WIB
Russian soldiers walk through the debris of the Metallurgical Combine Azovstal, in Mariupol, on the territory which is under the Government of the Donetsk Peoples Republic control, eastern Ukraine, Monday, June 13, 2022. The plant was almost completely destroyed during the siege of Mariupol. This photo was taken during a trip organized by the Russian Ministry of Defense. (AP Photo)
tentara Rusia di Ukraina (Foto: AP Photo)

Polisi melaporkan dua orang tewas dan 14 terluka, dan mengatakan dua senjata telah disita.

"Sekarang semuanya menunjukkan bahwa hanya ada satu orang yang melakukan tindakan ini," kata pejabat polisi Tore Barstad pada konferensi pers.

Kepolisian itu tidak menyebut apakah itu tindakan teroris.

- Rusia Bunuh 80 Petempur Polandia dalam Serangan Presisi di Ukraina

Otoritas Rusia mengatakan bahwa pasukannya telah membunuh "hingga 80" petempur Polandia dalam "serangan presisi" di Ukraina timur.

"Hingga 80 tentara bayaran Polandia, 20 kendaraan tempur lapis baja dan delapan peluncur roket ganda Grad dihancurkan dalam serangan presisi di pabrik seng Megatex di Konstantinovka di wilayah Donetsk," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (25/6/2022).

Klaim ini tidak dapat diverifikasi secara independen. Wilayah tersebut, yang diklaim oleh Rusia, telah menjadi arena pertempuran sejak Moskow memulai invasi militernya di Ukraina pada akhir Februari lalu.

- Pemimpin Dunia Ramai-ramai Kecam MA AS yang Batalkan Hak Aborsi

Para pemimpin dunia mengecam keputusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat yang membatalkan aturan yang membolehkan perempuan melakukan aborsi di negara adidaya tersebut.

Dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (25/6/2022), kecaman keras salah satunya disampaikan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau pada Jumat (24/6) waktu setempat.

"Berita yang keluar dari Amerika Serikat sangat mengerikan," katanya dalam pesan di Twitter. "Tidak ada pemerintah, politisi, atau pria yang harus memberi tahu seorang wanita apa yang bisa dan tidak bisa dia lakukan dengan tubuhnya," cetus pemimpin Kanada itu.


(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT