ADVERTISEMENT

Pemimpin Dunia Ramai-ramai Kecam MA AS yang Batalkan Hak Aborsi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2022 10:09 WIB
Stop abortion
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Para pemimpin dunia mengecam keputusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat yang membatalkan aturan yang membolehkan perempuan melakukan aborsi di negara adidaya tersebut.

Dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (25/6/2022), kecaman keras salah satunya disampaikan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau pada Jumat (24/6) waktu setempat.

"Berita yang keluar dari Amerika Serikat sangat mengerikan," katanya dalam pesan di Twitter. "Tidak ada pemerintah, politisi, atau pria yang harus memberi tahu seorang wanita apa yang bisa dan tidak bisa dia lakukan dengan tubuhnya," cetus pemimpin Kanada itu.

Sebelumnya diberitakan, enam hakim MA AS yang ditunjuk oleh presiden Partai Republik membatalkan keputusan penting tahun 1973 yang dikenal sebagai "Roe v Wade" yang melegalkan aborsi. Dengan putusan ini, maka pelarangan dan dibolehkannya hak aborsi kini diserahkan ke masing-masing negara bagian.

Dalam pernyataannya, Trudeau menyatakan kesedihan dan simpati atas jutaan wanita Amerika yang kehilangan hak legal mereka untuk melakukan aborsi.

"Saya tidak dapat membayangkan ketakutan dan kemarahan yang Anda rasakan saat ini," katanya, sambil meyakinkan para wanita di Kanada bahwa dia akan "selalu membela hak Anda untuk memilih."

Aborsi di Kanada legal di semua tahap kehamilan dan didanai oleh sistem perawatan kesehatan pemerintah.

Keputusan MA AS itu bertentangan dengan tren internasional untuk melonggarkan undang-undang aborsi, termasuk di negara-negara seperti Irlandia, Argentina, Meksiko, dan Kolombia di mana Gereja Katolik terus memiliki pengaruh yang cukup besar.

Simak Video 'Reaksi Selebriti Usai Mahkamah Agung AS Batalkan Aturan Legal Aborsi':

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT