International Updates

AS Bela Taiwan dari Invasi China, Tentara Rusia Dibui Atas Kejahatan Perang

Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 18:44 WIB
President Joe Biden speaks during a news conference in the East Room of the White House in Washington, Wednesday, Jan. 19, 2022. (AP Photo/Susan Walsh)
Presiden AS Joe Biden (dok. AP Photo/Susan Walsh)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan akan membela Taiwan secara militer jika China melancarkan invasi. Pengadilan Ukraina menjatuhkan vonis penjara seumur hidup terhadap seorang tentara Rusia yang dinyatakan bersalah atas kejahatan perang selama invasi ke wilayahnya.

Saat ditanya wartawan dalam kunjungan di Tokyo soal apakah AS akan membela Taiwan secara militer jika negara itu diserang oleh China, Biden menjawab: "Iya." Namun dia mengharapkan agar peristiwa semacam itu tidak akan terjadi atau tidak akan dicoba untuk dilakukan.

Sementara vonis pengadilan Ukraina terhadap tentara Rusia bernama Vadim Shishimarin itu menjadi putusan pertama yang dijatuhkan terhadap tentara Rusia sejak invasi dilancarkan pada 24 Februari lalu. Tentara Rusia itu dinyatakan bersalah membunuh seorang warga sipil Ukaina pada awal-awal invasi.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (23/5/2022):

- Anthony Albanese Resmi Dilantik Jadi PM Baru Australia

Pemimpin Partai Buruh Australia, Anthony Albanese, resmi dilantik menjadi Perdana Menteri (PM) baru negara tersebut. Albanese menggantikan Scott Morrison, dari Partai Liberal, setelah Partai Buruh dipastikan memenangkan pemilu federal yang digelar akhir pekan lalu.

Seperti dilansir Reuters, Senin (23/5/2022), Albanese resmi dilantik menjadi PM ke-31 Australia oleh Gubernur Jenderal David Hurley dalam seremoni di Canberra pada Senin (23/5) waktu setempat.

Partai Buruh kembali berkuasa di Australia setelah sembilan tahun menjadi oposisi pemerintahan, dengan gelombang dukungan untuk Partai Hijau dan politikus independen yang fokus pada isu iklim, kebanyakan perempuan, membantu untuk mengakhiri satu dekade pemerintahan konservatif dalam pemilu 21 Mei kemarin.

- Kolonel Garda Revolusi Tewas Ditembak di Jalanan Teheran, Iran Tuding AS

Seorang kolonel dalam jajaran Garda Revolusi Iran tewas ditembak di luar kediamannya di ibu kota Teheran pada Minggu (22/5) waktu setempat. Garda Revolusi Iran pun menyalahkan pembunuhan itu pada para pelaku yang dituding berkaitan dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya.

Seperti dilansir AFP, Senin (23/5/2022), Korps Garda Revolusi Iran, yang merupakan sayap ideologis dari militer Iran, mengidentifikasi anggotanya yang tewas sebagai Sayyad Khodai, yang disebut berpangkat Kolonel.

"Sayyad Khodai... dibunuh dalam serangan bersenjata yang dilancarkan dua pengendara sepeda motor di Jalanan Mohahedin-e Eslam di Teheran," demikian seperti dilaporkan kantor berita Iran, IRNA.

Simak Video 'Seorang Tentara Rusia Mengaku Bersalah atas Kejahatan Perang di Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]