Ukraina Tolak Gencatan Senjata Libatkan Penyerahan Wilayah ke Rusia

Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 12:53 WIB
Warga kembali ke desa Moshchun di wilayah Kyiv, Ukraina. Diketahui desa itu berhasil direbut kembali dari Rusia di tengah perang yang masih berkecamuk di Ukraina
Ilustrasi -- Situasi salah satu desa di Ukraina yang direbut kembali dari pasukan Rusia (dok. REUTERS/EDGAR SU)
Kiev -

Pemerintah Ukraina menegaskan tidak akan menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Rusia, yang melibatkan penyerahan wilayah. Penegasan ini disampaikan di tengah seruan gencatan senjata segera saat pasukan Rusia meningkatkan serangan di wilayah timur dan selatan Ukraina.

Seperti dilansir BBC dan Reuters, Senin (23/5/2022), sikap Ukraina menjadi semakin kuat tanpa kompromi dalam beberapa pekan terakhir, ketika Rusia mengalami kemunduran militer. Namun sejumlah pejabat Ukraina menjadi semakin khawatir mereka akan dipaksa mengorbankan wilayah demi kesepakatan damai.

"Perang harus berakhir dengan pemulihan penuh integritas teritorial dan kedaulatan Ukraina," tegas kepala staf kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, dalam pernyataan via Twitter pada Minggu (22/5) waktu setempat.

Ada seruan dari sejumlah negara Barat untuk gencatan senjata segera, yang bisa saja melibatkan pasukan Rusia yang tersisa di sejumlah wilayah yang diduduki di Ukraina bagian timur dan selatan sejak invasi dilancarkan pada 24 Februari lalu.

Seruan terkini datang dari Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin dan Perdana Menteri (PM) Italia Mario Draghi, yang mencetuskan agar gencatan senjata 'harus dicapai sesegera mungkin'.

Penasihat kepresidenan Ukraina, Mykhaylo Podolyak, dalam tanggapannya menolak seruan gencatan senjata segera, karena itu berarti pasukan Rusia akan tetap berada di wilayah-wilayah yang diduduki -- posisi yang tidak bisa diterima oleh Kiev.

Disebutkan juga oleh Podolyak bahwa langkah semacam itu bisa menjadi bumerang dan konsesi wilayah justru akan memicu serangan Rusia yang lebih besar dan lebih berdarah.

"Perang tidak akan berhenti. Itu hanya akan memberikan jeda selama beberapa waktu. Mereka (Rusia-red) akan memulai serangan baru, bahkan lebih berdarah dan dalam skala besar," cetusnya.

Lihat juga video 'Zelenskiy Yakin Perang Dapat Diakhiri, Tapi Tidak Akan Mudah':

[Gambas:Video 20detik]