International Updates

Jet Tempur Siluman AS Kecelakaan di Laut China Selatan, Biden Umpat Wartawan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 18:25 WIB
Angkatan Udara Israel baru saja menerima tiga unit jet tempur siluman F-35 yang baru dari Amerika Serikat (AS). Begini penampakan jet tempur siluman tersebut.
ilustrasi jet tempur siluman F-35 (Foto: Scott Barbour/Getty Images)
Jakarta -

Sebuah jet tempur siluman F-35C milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengalami 'insiden pendaratan' di dek kapal induk USS Carl Vinson yang sedang berlayar di Laut China Selatan. Sedikitnya tujuh personel militer AS mengalami luka-luka dalam insiden ini.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (25/1/2022), sang pilot jet tempur itu berhasil selamat setelah melontarkan diri keluar dari jet tempur. Pernyataan Angkatan Laut AS menyebut insiden itu terjadi saat 'operasi penerbangan rutin' di Laut China Selatan pada Senin (24/1) waktu setempat.

"Pilot dengan selamat melontarkan diri dari pesawat dan ditemukan menggunakan helikopter militer AS," sebut Angkatan Laut AS dalam pernyataannya.

"Pilot dalam kondisi stabil. Terdapat total tujuh pelaut yang luka-luka," imbuh pernyataan itu.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (25/1/2022):

- Ups! Biden Kedapatan Mengumpat Wartawan di Gedung Putih

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, kedapatan melontarkan umpatan kasar kepada seorang jurnalis media konservatif AS, Fox News, saat sesi foto di Gedung Putih. Biden tidak menyadari bahwa umpatannya itu tertangkap mikrofon yang masih menyala.

Seperti dilansir AFP, Selasa (25/1/2022), saat para jurnalis meninggalkan ruangan usai sesi foto di Gedung Putih pada Senin (24/1) waktu setempat, seorang reporter Fox News bertanya soal apakah inflasi merupakan beban politik.

Biden yang tidak menyadari mikrofonnya masih menyala, menjawab dengan nada datar.

"Itu aset yang sangat bagus. Lebih banyak inflasi," ujar Biden.

- Inggris Dituntut Minta Maaf Atas Keterlibatan Menghasut Tragedi 1965

Muncul rincian terbaru mengejutkan soal peran Inggris dalam menghasut pembantaian massal anti-komunis di Indonesia tahun 1965 silam yang menewaskan ratusan ribu orang. Pemerintah Inggris pun dituntut meminta maaf atas keterlibatannya dalam tragedi 1965 tersebut.

Seperti dilansir media terkemuka Inggris, The Guardian, Selasa (25/1/2022), tahun lalu surat kabar Inggris, The Observer, mengungkapkan bagaimana para pejabat Inggris tahun 1960-an silam secara diam-diam mengerahkan propaganda hitam untuk menghasut orang-orang Indonesia terkemuka agar menghentikan apa yang disebut sebagai 'kanker komunis'.

Diperkirakan sedikitnya 500.000 orang yang diduga terkait dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) disingkirkan antara tahun 1965-1966 silam.

- AS Bantu Indonesia Cegah Korupsi Lewat Program USAID Rp 142 M

Amerika Serikat (AS) mengumumkan program senilai US$ 9,9 juta atau setara Rp 142,1 miliar melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) untuk membantu Indonesia dalam mencegah korupsi.

Program tersebut akan meningkatkan keterlibatan organisasi masyarakat sipil dan mempromosikan integritas di sektor publik dan swasta. Demikian seperti disampaikan dalam keterangan pers Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Jakarta yang diterima detikcom, Selasa (25/1/2022).