AS Bantu Indonesia Cegah Korupsi Lewat Program USAID Rp 142 M

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 13:48 WIB
People walk amongst US national flags erected by students and staff from Pepperdine University to honor the victims of the September 11, 2001 attacks in New York, at their campus in Malibu, California on September 10, 2015. The students placed some 3,000 flags in the ground in tribute to the nearly 3,000 victims lost in the attacks almost 14 years ago.      AFP PHOTO / MARK RALSTON / AFP / MARK RALSTON
Ilustrasi (dok. AFP PHOTO/MARK RALSTON)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) mengumumkan program senilai US$ 9,9 juta atau setara Rp 142,1 miliar melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) untuk membantu Indonesia dalam mencegah korupsi.

Program tersebut akan meningkatkan keterlibatan organisasi masyarakat sipil dan mempromosikan integritas di sektor publik dan swasta. Demikian seperti disampaikan dalam keterangan pers Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Jakarta yang diterima detikcom, Selasa (25/1/2022).

Disebutkan bahwa program USAID Integritas ini akan membantu pemerintah Indonesia mengatasi korupsi dengan membantu organisasi masyarakat sipil lokal menangani kerentanan terhadap korupsi sistemik dan konflik kepentingan dalam prosedur perencanaan dan pengadaan.

"Melalui program baru ini, kami mendukung pergeseran fokus pemerintah Indonesia dari penuntutan dan penegakan hukum terhadap tindakan korupsi menjadi pencegahan korupsi," sebut Direktur USAID Indonesia, Jeffery P. Cohen, seperti dikutip dari keterangan pers Kedubes AS.

"Kami melanjutkan kemitraan pemerintah AS dengan pemerintah Indonesia, sektor swasta, dan masyarakat Indonesia yang telah berjalan selama beberapa dekade dalam penanganan korupsi di Indonesia," imbuhnya.

Inisiatif ini disebut akan fokus pada penguatan praktik pemerintah dan organisasi masyarakat sipil dalam meningkatkan transparansi, mengurangi terjadinya konflik kepentingan, dan mendorong adanya akuntabilitas.

"Kegiatan ini akan melibatkan masyarakat untuk melakukan pengawasan dan mendorong sikap menjauhi praktik korupsi," demikian seperti disebutkan dalam keterangan pers Kedubes AS.