International Updates

Australia Hadapi Lebih Banyak Kematian Omicron, Prancis Rekor Kasus Corona

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 17:31 WIB
Pemerintah Australia akan cabut larangan perjalanan internasional tanpa izin bagi warga negaranya. Kebijakan itu rencananya akan dilakukan mulai akhir tahun ini
Australia bersiap hadapi lebih banyak kematian akibat Corona (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Otoritas Australia mengingatkan publik untuk bersiap menghadapi lebih banyak kematian akibat COVID-19 selama beberapa minggu ke depan.

Dilansir dari Reuters dan Channel News Asia, Rabu (19/1/2022), peringatan ini disampaikan pada Rabu (18/1) waktu setempat, ketika rekor kasus infeksi yang dipicu oleh varian Omicron membanjiri sistem kesehatan, memaksa negara bagian Victoria menaikkan status daruratnya untuk rumah sakit.

"Kita telah melihat dan kita akan terus melihat kematian, sebagian besar pada orang tua, sebagian besar pada orang dengan penyakit kronis lainnya," kata Kepala Kesehatan Paul Kelly kepada Australian Broadcasting Corporation pada hari Rabu (18/1), sehari setelah Australia mengalami hari paling mematikan dengan mencatat 77 kematian akibat COVID-19.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (19/1/2022):

- Polisi Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina di Yerusalem

Kepolisian Israel menghancurkan rumah keluarga Palestina di area Sheikh Jarrah yang rawan konflik di Yerusalem Timur. Penghancuran rumah warga Palestina itu menjadi bagian dari perintah penggusuran yang dijatuhkan otoritas Israel.

Seperti dilansir AFP, Rabu (19/1/2022), laporan fotografer AFP menyebut para personel Kepolisian Israel mendatangi rumah keluarga Salhiya pada Rabu (19/1) pagi waktu setempat. Beberapa saat setelah itu, fotografer AFP menyaksikan langsung penghancuran rumah tersebut.

Rumah keluarga Salhiya diketahui terancam penggusuran sejak tahun 2017 dan menjadi pusat kampanye anti-penggusuran oleh warga Palestina.

"Polisi Israel menyelesaikan eksekusi perintah penggusuran terhadap bangunan ilegal di atas lahan yang diperuntukkan bagi sekolah anak-anak berkebutuhan khusus dari Yerusalem Timur," sebut Kepolisian Israel dalam pernyataannya.

- Inggris Catat Rekor Kematian dalam Sehari Gegara Omicron

Inggris melaporkan angka kematian tertinggi dalam sehari akibat virus Corona (COVID-19) di wilayahnya. Rekor ini dicatat saat pemerintahan Perdana Menteri (PM) Boris Johnson tengah mempertimbangkan untuk melonggarkan pembatasan Corona yang diberlakukan untuk mengurangi penyebaran varian Omicron yang sangat menular.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (19/1/2022), otoritas Inggris melaporkan tambahan 438 kematian akibat Corona dalam sehari, pada Selasa (18/1) waktu setempat.

Angka itu mencetak rekor sebagai tambahan kematian tertinggi dalam sehari di Inggris sejak 24 Februari 2021, atau nyaris setahun terakhir.

Menteri Kesehatan (Menkes) Sajid Javid menuturkan kepada parlemen Inggris, bahwa pihaknya optimis jika langkah-langkah pandemi Corona yang diberlakukan untuk mengurangi penyebaran varian Omicron akan dikurangi mulai pekan depan, karena jumlah kasus dan angka rawat inap tampaknya telah memuncak.

- Taliban Minta Negara-negara Muslim Akui Pemerintahan Mereka

Perdana Menteri (PM) Taliban meminta negara-negara Muslim untuk menjadi yang pertama mengakui pemerintahan Taliban di Afghanistan yang merebut kekuasaan pada Agustus tahun lalu.

"Saya meminta negara-negara Muslim untuk menjadi yang terdepan dan mengakui kami secara resmi. Kemudian saya berharap kami dapat berkembang dengan cepat," kata PM Taliban, Mohammad Hassan Akhund dalam sebuah konferensi di Kabul yang membahas tentang krisis ekonomi besar-besaran di negara itu.