Dihajar Omicron, Australia Bersiap Hadapi Lebih Banyak Kematian

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 09:35 WIB
In the Covid 19 ward, an area of the Operative Intensive Care Unit at Leipzig University Hospital, doctors and nurses care for patients in Leipzig, Germany, Monday, Nov. 8, 2021. In the intensive care unit, the number of corona patients with severe courses has been growing for days, including more and more younger patients between 30 and 60 years of age. (Waltraud Grubitzsch/dpa via AP)
ilustrasi penanganan pasien COVID-19 (Foto: Waltraud Grubitzsch/dpa via AP)
Jakarta -

Otoritas Australia mengingatkan publik untuk bersiap menghadapi lebih banyak kematian akibat COVID-19 selama beberapa minggu ke depan.

Dilansir dari Reuters dan Channel News Asia, Rabu (19/1/2022), peringatan ini disampaikan pada Rabu (18/1) waktu setempat, ketika rekor kasus infeksi yang dipicu oleh varian Omicron membanjiri sistem kesehatan, memaksa negara bagian Victoria menaikkan status daruratnya untuk rumah sakit.

"Kita telah melihat dan kita akan terus melihat kematian, sebagian besar pada orang tua, sebagian besar pada orang dengan penyakit kronis lainnya," kata Kepala Kesehatan Paul Kelly kepada Australian Broadcasting Corporation pada hari Rabu (18/1), sehari setelah Australia mengalami hari paling mematikan dengan mencatat 77 kematian akibat COVID-19.

Di tengah rekor kasus infeksi, rumah sakit negara bagian Victoria mulai tengah hari pada hari Rabu (18/1) akan pindah ke status "kode coklat", biasanya diterapkan untuk bencana alam atau peristiwa korban massal.

Sementara itu, para perawat di negara bagian tetangga New South Wales (NSW) menggelar unjuk rasa di salah satu rumah sakit terbesar di Sydney, memprotes kekurangan staf. Mereka menuntut agar pemerintah meminta bantuan tentara.

"Perawat dan bidan lelah, marah dan frustrasi dan merasa bahwa pemerintah NSW tidak mendukung mereka sama sekali," kata perwakilan serikat perawat Shaye Candish.

Kelly mengatakan bahwa kapasitas rumah sakit di negara itu tengah menghadapi peningkatan penerimaan pasien.

Simak juga Video: Poin-poin Penting yang Disoroti Jokowi soal Melonjaknya Kasus Omicron

[Gambas:Video 20detik]