International Updates

Varian Omicron Menyebar Cepat di AS, India Catat Rekor Kematian Corona

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 06 Des 2021 18:49 WIB
Munculnya varian Omicron membuat warga di berbagai negara dunia waspada. Di AS, warga kembali beraktivitas menggunakan masker dan ramai-ramai divaksin COVID-19.
ilustrasi (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Varian baru virus Corona (COVID-19), Omicron, dilaporkan telah menyebar ke sekitar sepertiga wilayah Amerika Serikat (AS). Namun otoritas kesehatan AS menyebut varian Delta masih mendominasi kasus Corona di AS, terutama saat jumlah kasus meningkat secara nasional beberapa waktu terakhir.

Seperti dilansir Reuters, Senin (6/12/2021), meski kemunculan varian Omicron memicu kekhawatiran dunia, pakar penyakit menular terkemuka AS, Dr Anthony Fauci, yang juga kepala penasihat medis Presiden Joe Biden menyatakan kepada CNN bahwa 'sejauh ini tampaknya tidak ada tingkat keparahan besar akibat itu'.

Namun Fauci juga menambahkan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan yang pasti dan studi lebih lanjut diperlukan.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (6/12/2021):

- Hindari Tabrakan dengan Pesawat Mata-mata AS, Pesawat Sipil Rusia Menukik

Otoritas Rusia menyatakan bahwa sebuah pesawat mata-mata Amerika Serikat (AS) mengancam sebuah pesawat sipil dan nyaris memicu 'bencana' di udara. Namun 'bencana' itu berhasil dicegah setelah sebuah pesawat penumpang Rusia terbang menukik demi menghindari pesawat mata-mata NATO milik AS di Laut Hitam.

Seperti dilansir AFP, Senin (6/12/2021), Badan Transportasi Udara Federal Rusia menyebut sebuah pesawat pengintai CL600 yang digunakan NATO menurunkan ketinggian dengan cepat pada Jumat (3/12) pagi waktu setempat saat terbang melintasi jalur penerbangan untuk pesawat Aeroflot rute Tel Aviv-Moskow.

Penerbangan Aeroflot yang membawa 142 orang itu dilaporkan harus menurunkan ketinggian sebesar 500 meter untuk menjaga jarak dari pesawat pengintai NATO itu, yang bisa dilihat langsung oleh pilot pesawat dari kokpit dengan mata telanjang.

- Tok! Aung San Suu Kyi Divonis 4 Tahun Penjara

Pengadilan Myanmar menjatuhkan hukuman total empat tahun penjara terhadap pemimpin sipil Aung San Suu Kyi yang dilengserkan kudeta militer awal tahun ini. Suu Kyi dinyatakan terbukti bersalah atas dakwaan menghasut perbedaan pendapat terhadap militer dan melanggar protokol pandemi virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (6/12/2021), vonis terhadap Suu Kyi itu diumumkan juru bicara junta militer Myanmar, Zaw Min Tun, dalam pernyataannya kepada AFP pada Senin (6/12) waktu setempat.

"Dihukum dua tahun penjara di bawah pasal 505(b) dan dua tahun penjara di bawah undang-undang bencana alam," ungkap Zaw dalam pernyataannya.

Hukuman itu menjadi vonis pertama yang dijatuhkan terhadap Suu Kyi, yang terjerat serangkaian kasus sejak junta militer Myanmar mengambil alih kekuasaan.

- Rekor Sejak Juli, India Catat 2.796 Kematian Corona Sehari!

India mencetak rekor tertinggi untuk tambahan kematian akibat virus Corona (COVID-19) dalam sehari. Rekor ini tercatat setelah dua negara bagian merevisi total kematian akibat Corona di wilayahnya.

Seperti dilansir Reuters, Senin (6/12/2021), juru bicara Kementerian Kesehatan India menuturkan bahwa negara bagian Bihar menambahkan 2.426 kematian yang belum tercatat, sedangkan negara bagian Kerala menambahkan 263 kematian dalam revisinya pada Minggu (5/12) waktu setempat.