Menyebar Cepat, Nyaris Sepertiga Wilayah AS Deteksi Varian Omicron!

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 06 Des 2021 09:49 WIB
Mia Fontes, 15 shows the stickers she received after being inoculated with the second dose of the Pfizer COVID-19 vaccine, Thursday, July 22, 2021, at the American Museum of Natural History in New York. The museum moved their vaccination site from the Hall of Ocean Life where the famous 94-foot-long model of a blue whale is hanging from the ceiling to a smaller adjacent gallery. New York City is closing the big vaccination sites to focus on areas with low vaccination rates. (AP Photo/Mary Altaffer)
Ilustrasi -- Situasi pandemi Corona di AS (dok. AP Photo/Mary Altaffer)
Washington DC -

Varian baru virus Corona (COVID-19), Omicron, dilaporkan telah menyebar ke sekitar sepertiga wilayah Amerika Serikat (AS). Namun otoritas kesehatan AS menyebut varian Delta masih mendominasi kasus Corona di AS, terutama saat jumlah kasus meningkat secara nasional beberapa waktu terakhir.

Seperti dilansir Reuters, Senin (6/12/2021), meski kemunculan varian Omicron memicu kekhawatiran dunia, pakar penyakit menular terkemuka AS, Dr Anthony Fauci, yang juga kepala penasihat medis Presiden Joe Biden menyatakan kepada CNN bahwa 'sejauh ini tampaknya tidak ada tingkat keparahan besar akibat itu'.

Namun Fauci juga menambahkan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan yang pasti dan studi lebih lanjut diperlukan.

Menurut penghitungan Reuters, sedikitnya 16 negara bagian AS telah melaporkan kasus-kasus varian Omicron, tanpa disebut jumlah total kasusnya di AS.

Negara bagian yang telah mendeteksi varian Omicron terdiri atas California, Colorado, Connecticut, Hawaii, Louisiana, Maryland, Massachusetts, Minnesota, Missouri, Nebraska, New Jersey, New York, Pennsylvania, Utah, Washington dan Wisconsin.

Kebanyakan kasus varian Omicron di AS terdeteksi pada individu yang sudah divaksinasi penuh dan mereka mengalami gejala-gejala ringan. Salah satu kasus varian Omicron yang terdeteksi di Lousiana ditemukan pada seseorang yang bepergian di dalam wilayah AS.

Terlepas dari penyebaran varian Omicron, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, Dr Richelle Walensky, menuturkan kepada ABC News bahwa varian Delta masih menyumbang 99,9 persen dari kasus-kasus baru Corona di wilayah AS.

Simak juga 'Peneliti Berlomba-lomba Kalahkan Varian Omicron':

[Gambas:Video 20detik]