International Updates

Teror 'Joker' di Kereta Tokyo, UEA Serukan Warganya Tinggalkan Lebanon

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 17:09 WIB
Pria berkostum karakter Joker menyerang sejumlah penumpang di kereta komuter Tokyo. Ia diketahui menikam sejumlah orang sebelum membuat kebakaran di kereta.
aksi penusukan di kereta komuter Tokyo menyebabkan 17 orang luka (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Seorang pria berkostum Joker mengacungkan pisau di kereta komuter Tokyo. Dia menikam beberapa penumpang sebelum membuat kebakaran di kereta.

Dilansir dari Associated Press, Senin (1/11/2021), peristiwa itu terjadi pada Minggu (31/10) waktu setempat. Para penumpang berhamburan untuk melarikan diri dan melompat dari jendela.

Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo mengatakan 17 penumpang terluka. Tiga orang di antaranya mengalami luka serius.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (1/11/2021):

- Masih Marah, Macron Tuding PM Australia Bohong Soal Kapal Selam

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyebut Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison, berbohong secara langsung terhadapnya soal kesepakatan kapal selam yang dibatalkan. Hal ini semakin memperdalam krisis diplomatik antara Prancis dan Australia.

"Saya pikir tidak. Saya tahu," jawab Macron seperti dilansir AFP, Senin (1/11/2021), ketika ditanya media Australia apakah PM Morrison tidak jujur dalam pembahasan kesepakatan kapal selam secara privat.

Kedua pemimpin sama-sama menghadiri pertemuan G20 di Roma, Italia, dan konferensi perubahan iklim di Glasgow, Skotlandia, namun perselisihan selama berminggu-minggu antara kedua negara masih berlanjut.

Pada September lalu, PM Morrison tanpa memberi peringatan membatalkan kontrak bernilai miliaran dolar Amerika dengan Prancis untuk membangun armada kapal selam baru. Pada saat yang sama, PM Morrison mengungkapkan dirinya melakukan pembicaraan rahasia untuk mendapatkan kapal selam nuklir Amerika Serikat (AS) atau Inggris.

- Arab Saudi Marah: Berurusan dengan Lebanon Tak Ada Gunanya!

Krisis diplomatik antara negara-negara Teluk dengan Lebanon semakin memanas. Pemerintah Arab Saudi menyatakan bahwa berurusan dengan Lebanon 'tidak ada gunanya' karena dominasi Hizbullah yang didukung Iran.

Seperti dilansir AFP, Senin (1/11/2021), ketegangan terbaru -- yang dipicu komentar Menteri Informasi Lebanon, George Kordahi, soal konflik Yaman -- memberi pukulan bagi Lebanon yang tengah dilanda krisis.

Pemerintahan baru Lebanon yang rapuh diketahui tengah berjuang untuk mengamankan bantuan internasional, termasuk dari negara-negara Arab yang kaya.

"Ada krisis di Lebanon dengan dominasi proxy Iran di lapangan," ujar Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, kepada televisi Saudi, Al-Arabiya, dalam wawancara pada Minggu (31/10) waktu setempat.

- Panas! Uni Emirat Arab Serukan Warganya Tinggalkan Lebanon Segera

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyerukan seluruh warganya yang berada di Lebanon untuk segera meninggalkan negara tersebut. Seruan ini disampaikan setelah pemerintah UEA menarik duta besarnya di Lebanon terkait pernyataan seorang menteri Lebanon tentang perang Yaman.

"Mengingat kejadian saat ini ... Kementerian Luar Negeri meminta semua warganya di Lebanon untuk kembali ke UEA sesegera mungkin," kata Kementerian Luar Negeri UEA dalam sebuah pernyataan seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (1/11/2021).

Simak Video: Mencekam! Kepanikan Penumpang Kereta di Tokyo saat Diserang 'Joker'

[Gambas:Video 20detik]