International Updates

AS Prihatin Atas Susunan Pemerintahan Taliban, Malaysia Buka Bioskop Besok

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 19:11 WIB
Taliban umumkan susunan pemerintahan baru Afghanistan. Sejumlah veteran Taliban hingga daftar hitam PBB isi pos penting jabatan dalam pemerintahan baru tersebut
Taliban mengumumkan susunan pemerintahan baru Afghanistan (Foto: AP Photo/Muhammad Farooq)
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan prihatin atas susunan pemerintahan baru Afghanistan yang baru diumumkan Taliban. Namun, AS akan menilainya dengan tindakan Taliban, termasuk membiarkan warga Afghanistan pergi dengan bebas.

"Kami mencatat daftar nama yang diumumkan secara eksklusif terdiri dari individu yang menjadi anggota Taliban atau rekan dekat mereka dan tidak ada wanita. Kami juga prihatin dengan afiliasi dan rekam jejak beberapa individu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS.

"Kami memahami bahwa Taliban telah menghadirkan ini sebagai kabinet sementara. Namun, kami akan menilai Taliban dengan tindakannya, bukan kata-katanya," imbuhnya seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (8/9/2021).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (8/9/2021):

- Dubes Inggris Sampaikan Duka Cita Atas Kebakaran Lapas Tangerang

Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins menyampaikan ucapan duka cita atas insiden kebakaran maut di Lapas Tangerang.

"Turut berduka cita atas jatuhnya korban dalam insiden kebakaran di Lapas Tangerang hari ini. Doa kami menyertai keluarga korban, semoga mereka diberikan kesabaran dan kekuatan," tulis Dubes Inggris tersebut dalam cuitan di Twitter, Rabu (8/9/2021).

Kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang memakan 41 korban jiwa. "Adapun yang meninggal dunia sebanyak 41 orang," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dalam jumpa pers di lokasi kebakaran, Rabu (8/9/2021).

- Demonstran Hancurkan Belasan Menara Telekomunikasi Milik Militer Myanmar

Para demonstran telah menghancurkan sekitar 12 menara telekomunikasi milik militer di Myanmar. Ini terjadi setelah pemerintah bayangan yang memproklamirkan diri di negara itu mengeluarkan seruan untuk "perang defensif" melawan junta militer.

Myanmar telah berada dalam kekacauan sejak militer merebut kekuasaan pada Februari lalu, memicu demonstrasi pro-demokrasi besar-besaran yang diikuti oleh tindakan keras militer dan pertempuran baru dengan milisi pemberontak etnis di daerah perbatasan.

Menurut pengamat lokal, lebih dari 1.000 warga sipil telah tewas dan hampir 8.000 ditangkap sejak kudeta militer tersebut.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (8/9/2021), para pengunjuk rasa mengatakan mereka menargetkan 11 menara ponsel milik militer, Mytel, salah satu dari empat jaringan seluler utama negara itu, di kota Budalin di wilayah Sagaing.

- Deretan Pentolan Taliban Dalam Pemerintahan Baru Afghanistan

Kelompok Taliban telah mengumumkan susunan pemerintahan baru Afghanistan. Sejumlah veteran Taliban hingga daftar hitam PBB pun mengisi pos penting jabatan dalam pemerintahan baru tersebut.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/9/2021), Taliban mengumumkan pemerintahan baru Afghanistan pada Selasa (7/9) kemarin. Mereka juga sekaligus memperkenalkan siapa saja yang bakal berada dalam kabinet pemerintahan baru Afghanistan.