International Updates

China-Rusia Latihan Gabungan, AS Akan Hukum Iran Soal Serangan Kapal Tanker

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 18:55 WIB
In this photo taken from a footage released on Sept. 22, 2020 by Russian Defense Ministry Press Service, Paratroopers attend a military exercises at the Ashuluk military base in Southern Russia. Russian Air Defense systems successfully repelled aerial strike during joined military drills in the south of Russia. The drills, expected to be held in Black Sea and Caspian sea waters, will take place until September 26th. Belarus, Armenia, China, Pakistan and Myanmar take part in the exercises.
Ilustrasi (dok. Russian Defense Ministry Press Service via AP)
Jakarta -

Militer China dan Rusia menggelar latihan militer gabungan berskala besar pekan ini yang fokus pada kontra-terorisme. Otoritas Amerika Serikat (AS) bersumpah akan menghukum Iran terkait serangan kapal tanker yang dikelola miliarder Israel di dekat perairan Oman, bulan lalu.

Latihan gabungan China-Rusia itu digelar saat kelompok Taliban semakin menguasai wilayah-wilayah strategis di Afghanistan, yang situasi keamanannya memburuk sejak AS menarik pasukannya di sana. Rusia mengkhawatirkan situasi keamanan Afghanistan, sedangkan China diketahui berbagi perbatasan dengan Afghanistan yang dilanda konflik berkepanjangan.

Dalam forum PBB itu, Menlu AS Antony Blinken menyebut bahwa serangan terhadap kapal tanker di perairan Oman pada Juli lalu memiliki pola serangan yang biasa dilakukan Iran. Blinken menyerukan negara-negara dunia meminta pertanggungjawaban Iran dan tidak memberikan impunitas.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (10/8/2021):

- Menlu AS dan Arab Saudi Bicara via Telepon, Apa yang Dibahas?

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, berbicara via telepon dengan Menlu Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, pada Senin (9/8) waktu setempat. Apa yang dibahas keduanya?

Seperti dilansir Reuters, Selasa (10/8/2021), Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya menyebut Blinken dan Pangeran Faisal membawa soal keamanan kawasan dan isu-isu kawasan lainnya.

Serangan terhadap kapal tanker Mercer Street yang dikelola miliarder Israel di Laut Arab dekat Uni Emirat Arab (UEA), bulan lalu, juga ikut dibahas kedua Menlu. AS diketahui menyalahkan Iran atas serangan tersebut, yang langsung dibantah negara yang menjadi rival abadi Saudi tersebut.

- Adik Kim Jong-Un Sebut Korsel Berkhianat Gelar Latihan Militer dengan AS

Kim Yo-Jong, adik pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un, menuduh otoritas Korea Selatan (Korsel) berkhianat karena tetap menggelar latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat (AS). Kim Yo-Jong juga memperingatkan bahwa Korsel dan AS akan menghadapi ancaman keamanan lebih besar.

Seperti dilansir AFP, Selasa (10/8/2021), peringatan dari Kim Yo-Jong ini disampaikan setelah kedua Korea pada bulan lalu menyepakati pemulihan komunikasi lintas perbatasan yang terputus sejak setahun lalu. Diumumkan juga bahwa pemimpin kedua negara sepakat berupaya meningkatkan hubungan.

Namun Kim Yo-Jong yang menjadi penasihat penting untuk kakaknya, Kim Jong-Un, mengecam Korsel karena menggelar latihan militer gabungan dengan AS, yang disebutnya 'berbahaya', pada bulan ini. Korut sejak lama menganggap latihan gabungan semacam itu sebagai latihan untuk menginvasi wilayahnya.