International Updates

Wanita Diperkosa di Parlemen Australia, Roket Hantam Pangkalan Militer AS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 18:20 WIB
Poster
ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Seorang wanita mengaku diperkosa di dalam gedung parlemen Australia oleh seorang kolega yang bekerja untuk Partai Liberal yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Scott Morrison. PM Morrison pun menyampaikan permintaan maaf kepada wanita itu dan berjanji akan menyelidiki tuduhan tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (16/2/2021), wanita yang tidak disebut identitasnya itu mengakui dirinya diperkosa di dalam kantor Menteri Pertahanan, Linda Reynolds, pada Maret 2019 oleh seseorang yang juga bekerja untuk Partai Liberal yang dipimpin PM Morrison. Identitas pelaku pemerkosaan itu tidak diungkap ke publik.

Kepada media setempat, wanita ini menuturkan dirinya sudah berbicara kepada polisi pada awal April tahun yang sama, namun tidak mengajukan laporan resmi karena mengkhawatirkan prospek kariernya. Kepolisian Canberra mengonfirmasi pihaknya telah berbicara dengan korban pada April 2019 dan membenarkan bahwa korban tidak mengakukan laporan resmi.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (16/2/2021):

- Sebut Pria Terpelajar Tak Akan Memperkosa, Menteri Ini Dikecam

Menteri Pendidikan Afrika Selatan, Angie Motshekga, mendapat kecaman setelah mengatakan "pria terpelajar tidak akan melakukan pemerkosaan". Diketahui Afrika Selatan kini tengah menghadapi permasalahan meningkatnya kekerasan terhadap perempuan.

Seperti dilansir AFP, Selasa (16/2/2021) menurut data statistik resmi, polisi mencatat setiap hari terjadi 110 tuduhan pemerkosaan di Afrika Selatan.

Pernyataan Motshekga itu disampaikan saat pembukaan sekolah di wilayah Pretoria. Ia mengatakan pemerintahannya "telah memprioritaskan pendidikan karena ia tahu bahwa hanya melalui pendidikan kita dapat mengatasi berbagai tantangan kita ... karena seorang pria terpelajar tidak akan memperkosa".

- Erdogan Tuduh AS Dukung Teroris di Irak Usai Pembantaian 13 Warga Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Amerika Serikat berpihak pada "teroris" setelah Turki menyalahkan kelompok pemberontak Kurdi atas eksekusi mati 13 warganya di Irak utara.

Seperti dilansir AFP, Selasa (16/2/2021) tuduhan Erdogan muncul sehari setelah Turki mengumumkan bahwa kelompok pemberontak Kurdi, Partai Pekerja Kurdistan (PKK) telah membunuh 13 tawanan, kebanyakan dari mereka adalah tentara dan petugas polisi Turki. Mereka diduga diculik oleh PKK di tenggara Turki dan disembunyikan di sebuah gua di Irak utara.

Sejak 1984, PKK kerap melancarkan serangan dan pemberontakan terhadap Turki dan diyakini telah menewaskan puluhan ribu orang. Turki, juga Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Barat lainnya menetapkan PKK sebagai kelompok teroris.

- Roket Hantam Pangkalan Militer AS di Irak, 1 Orang Tewas-5 Luka

Serangan roket menghantam pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Kurdi di Irak Utara pada Senin (15/2) waktu setempat. Akibat serangan itu, seorang kontraktor sipil tewas dan lima orang lainnya termasuk seorang personel militer AS, luka-luka.

Simak juga Video: Gadis 19 Tahun Meninggal Diperkosa 4 Pria Picu Protes di India

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2