2 Orang Dekat Pangeran MBS Bebas dari Kasus Khashoggi, Dunia Mengecam

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 24 Des 2019 11:33 WIB
Foto ilustrasi: Asesoris unjuk rasa menuntut penuntasan kasus pembunuhan Khashoggi. (BBC World)
Jakarta - Lima orang divonis mati terkait kasus pembunuhan wartawan veteran Jamal Khashoggi. Namun 3 orang dibebaskan dari vonis, termasuk ajudan Pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman (MBS) dan deputi intelijen.

Dilansir AFP, Selasa (24/12/2019), keputusan pembebasan dua ajudan Pangeran MBS itu memicu kecaman internasional.



Total ada 11 orang yang didakwa dalam kasus tersebut, kebanyakan nama mereka tidak diketahui. Lima di antara 11 orang tersebut divonis mati, 3 dari 11 orang di antaranya divonis hukuman penjara 24 tahun, dan 3 orang sisanya dibebaskan.

"Investigasi penuntutan umum memperlihatkan bahwa pembunuhan tersebut tidak direncanakan sejak awal," kata deputi jaksa Shalaan al-Shalaan dalam jumpa pers.



Pihak pemerintah Saudi yang berbasis di Riyadh menyebut pembunuhan Khashoggi adalah operasi yang kasar. Namun, utusan khusus CIA dan PBB mengaitkan Pangeran MBS ke pembunuhan itu. Namun Pangeran MBS menampik dengan tegas.

Ajudan tertinggi Pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman bernama Saudi al-Qahtani adalah salah satu yang dibebaskan dari tuntutan. Selain al-Qahtani, wakil kepala intelijen Ahmed al-Assiri juga bebas dari tuntutan.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3