Bangladesh Vonis Mati 19 Orang Atas Serangan Granat ke PM Hasina

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 10 Okt 2018 15:22 WIB
Foto: Internet
Dhaka - Pengadilan Bangladesh menjatuhkan vonis mati pada 19 orang atas serangan granat terhadap Perdana Menteri (PM) Sheikh Hasina pada tahun 2004.

Serangan granat di Dhaka itu menyebabkan Hasina terluka dan menewaskan 20 orang. Serangan itu terjadi saat Hasina belum menjadi PM Bangladesh dan masih menjadi oposisi.


"Kami berterima kasih pada Tuhan atas putusan ini," ujar jaksa Mosharraf Hossain kepada para wartawan usai persidangan hari ini seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (10/10/2018).

Hasina tengah berpidato di depan para pendukungnya dalam sebuah kampanye pada tahun 2004, saat beberapa granat meledak dan menyebabkan dirinya terluka. Dia saat itu mengalami luka-luka parah pada salah satu telinganya. Di antara 20 orang yang tewas dalam serangan granat tersebut, termasuk istri mantan presiden Bangladesh.

Empat tahun kemudian, Hasina berkuasa setelah memimpin sebuah koalisi sekuler untuk meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum pada Desember 2008.


Tarique Rahman, putra Khaleda Zia, yang saat itu menjadi PM Bangladesh, termasuk di antara 49 orang yang diadili atas serangan granat tersebut. Rahman dijerat dengan dakwaan konspirasi kejahatan dan sejumlah dakwaan pembunuhan. Dalam persidangan hari ini, Rahman lolos dari hukuman mati seperti yang menjadi tuntutan jaksa. Oleh pengadilan, dia mendapat hukuman penjara seumur hidup.

Rahman (50) telah diadili secara in absentia setelah dia kabur dari Bangladesh menuju London, Inggris pada tahun 2008. Dia kini memimpin partai oposisi utama Bangladesh Nationalist Party (BNP) dari tempat pengasingannya di London setelah divonis penjara lima tahun atas korupsi pada Februari lalu.

(ita/ita)