×
Ad

639,23 Ha Lahan Masih Terbakar, Terluas di TN Tanjung Puting Kalteng

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 13 Okt 2026 09:50 WIB
Foto: Ilustrasi penampakan karhutla dari atas di wilayah Jalan Kotawaringin Lama terbaru. (dok BPBD Kobar)
Jakarta -

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi yang masih ditangani saat ini tercatat 639,23 hektare. Karhutla terluas terdapat di provinsi Kalimantan Tengah karena adanya titik baru yakni Taman Nasional Tanjung Puting.

"Untuk provinsi prioritas lahan gambut ada di enam provinsi, Bapak Presiden: Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau. Untuk hari ini, yang terbakar yang masih ditangani oleh satgas di lapangan, jumlahnya adalah 639,23 hektare," kata Suharyanto saat melaporkan perkembangan penanganan karhutla kepada Presiden Prabowo Subianto, dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/10/2026).

Suharyanto mengatakan lahan terbakar di Tanjung Puting seluas 513,89 hektare. Penanganan terus dilakukan melalui jalur darat.

"Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah. Kenapa paling besar? Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Per hari ini ada 513,89 hektare yang terbakar di sana. Meskipun bukan lahan gambut, lahan mineral, tetapi ini menjadi pekerjaan yang segera harus kami lakukan," ujarnya.

Ia mengatakan Pangdam Kalimantan Tengah sudah memimpin langsung penanganan karhutla di lapangan. Selain itu terdapat penambahan pasukan dan peralatan satgas darat untuk mengatasi karhutla.

Penanganan via udara juga telah diupayakan namun terdapat kendala gangguan kabut asap yang tebal sehingga menganggu jarak pandang. Meski begitu, sejumlah armada telah disiapkan untuk melakukan penanganan via udara termasuk mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca.

"Sementara untuk satgas udara kami sudah coba bergerak baik dari Palangkaraya Tjilik Riwut maupun dari Syamsudin Noor Banjarmasin, sementara belum tembus karena visibility yang sangat tebal," ujarnya.

"Di Kalimantan Tengah ini operasi-operasi udara baik heli water bombing, operasi modifikasi cuaca maupun pesawat komersial sementara tidak dapat terbang karena visibility yang rendah," ujar Suharyanto.

Lihat Video 'Pangdam XXII Ungkap Sulitnya Padamkan Karhutla Tanjung Puting':




(eva/yld)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork