×
Ad

Polisi Pulangkan 3 WNI Korban TPPO dari Libya, Kondisinya Sakit-sakitan

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 04 Agu 2026 16:09 WIB
Konferensi Pers Pemulangan 3 WNI dari Libya (Wildan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkap perkembangan terkini kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal ke Libya. Polisi mulai memulangkan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban.

Dirres PPA/PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita Wulandari Wibowo mengatakan tiga korban berinisial NAR, SS, dan NKR sudah dijemput dari Libya. Ketiganya menjadi korban eksploitasi dengan modus kerja di Libya.

"Ada tiga korban, tadi sudah disebutkan, atas nama NAR, SS, dan NKR. Mereka ini sudah dewasa, tiga-tiganya perempuan. Mereka mengalami eksploitasi secara ekonomi karena ditempatkan di negara yang bukan menjadi negara penempatan pekerja migran Indonesia, karena di sana ada ketentuan keputusan Menaker RI terkait dengan moratorium di Libya," kata Rita dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Selasa (4/8/2026).

Rita mengatakan para korban dijanjikan untuk bekerja sebagai pekerja rumah tangga, tapi mereka malah dieksploitasi hingga sakit-sakitan. Pihak kepolisian, menurut Rita, memberikan pendampingan dan pemulihan korban.

"Secara kesehatan, ditemukan adanya sakit medis ya, mungkin karena ketidakteraturan jam kerja, kemudian asupan makanan yang mereka terima, istirahat, sehingga mengakibatkan ada permasalahan terkait dengan lambung, ulu hati yang dirasakan sakit," jelasnya.

Rita mengatakan pemulangan korban melalui kerja sama G-to-G (government to government), bersama Kementerian Luar Negeri hingga Kementerian P2MI. Ketiga korban masih mendapatkan perawatan.

Hingga kini masih ada 41 orang WNI lainnya yang masih di Libya. Proses pemulangan dilakukan secara bertahap. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan modus penipuan serupa.

"Kami di Direktorat Reserse PPA-PPO juga mengelola pengaduan online melalui 'Lapor Bu'. Kemudian, kiranya dari imbauan ini akan menjadi upaya kita untuk konsisten dan berkomitmen untuk memberantas perdagangan orang," tuturnya.




(wnv/yld)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork