×
Ad

Megawati Terima Dubes Korsel dan UEA di Teuku Umar, Ini yang Dibahas

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Senin, 13 Jul 2026 20:10 WIB
Megawati bertemu Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-gu, Senin (13/7/2026). (Foto: Monang Sinaga/PDIP)
Jakarta -

Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-gu dan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Obaid Al Dhaheri. Keduanya bertemu Megawati secara terpisah.

Pertemuan berlangsung di kediaman Megawati, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026). Dubes Yoon yang lebih dulu menyambangi Megawati. Saat itu, Megawati didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDIP, M Prananda Prabowo, serta Ketua DPP Rokhmin Dahuri dan Ahmad Basarah.

Dubes Yoon mengamati ruang pertemuan yang merupakan kediaman Megawati yang terletak di Jalan Teuku Umar tersebut. Dia menyatakan keberuntungannya bisa bertemu dengan keluarga Soekarno.

"Saya terhormat karena hari ini bisa bertemu Ibu Megawati dan bisa berkunjung ke ruangan ini. Sejarah bangsa Indonesia ada di ruangan ini. Saya melihat banyak foto Presiden Soekarno, foto Ibu Megawati dan saya bertemu dengan Ibu dan anak Ibu secara langsung," kata Dubes Yoon.

Saat menyinggung dua Korea, Dubes Yoon sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.

"Ibu Mega punya pengalaman, keahlian serta kedekatan dengan dua negara yakni Korea Utara dan Korea Selatan. Sehingga menjadi modal sebagai perantara bagi kedua negara untuk mau bersama melakukan dialog damai di meja perundingan," sebut Dubes Yoon.

Dubes Korsel menyampaikan bahwa yang terpenting saat ini adalah adanya dialog dengan pihak Korea Utara tanpa membatasinya dengan syarat apapun. Sementara itu, Megawati menjelaskan pengalaman masa lalunya sebagai utusan perdamaian Korea Selatan dari Presiden Korea sejak Presiden Kim Dae Jung, yang berasal dari Partai Demokrat.

"Saya saat itu mengusulkan adanya pertemuan dan reuni antarkeluarga yang terpisah akibat terbelahnya Korea di garis batas Pamunjon. Serta mengusulkan adanya kerjasama ekonomi antara kedua negara serumpun," papar Megawati.

Untuk diketahui, Presiden saat ini berasal dari Partai Demokrat, sama dengan Kim Daejung, tentunya posisi tentang Semenanjung Korea sepemikiran dengan Presiden Kim Daejung. Dubes Yoon merasa dengan pengalaman Megawati dan kedekatannya dengan pihak Korea Utara maka Megawati merupakan tokoh yang tepat menjadi utusan khusus (special envoy) bagi perdamaian kedua Korea. Dia berjanji untuk menyampaikan seluruh pembicaraan kepada Presiden Lee Jae-myung.




(maa/eva)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork