Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi. Dalam pertemuan itu, disinggung mengenai komitmen menjaga perdamaian dunia.
Pertemuan ini berlangsung di kediaman Megawati, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/3/2026). Megawati didampingi Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah dan Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP, Andi Widjajanto serta Guntur Romli.
Pertemuan disebut berjalan hangat selama hampir dua jam. Sebelum menyalami Dubes Saudi, Megawati menyinggung soal anggrek putih pemberian Dubes Saudi yang ditempatkan di ruangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anggrek berwarna putih yang asli, yang lain rekayasa genetika," kata Megawati dalam keterangan yang dibagikan, Kamis (9/4/2026).
Dubes Saudi mengucapkan selamat atas gelar doktor kehormatan Megawati yang diberikan Princess Nourah University (PNU) di Riyadh pada Februari lalu. Megawati menyampaikan terima kasih terkait penganugerahan dan penerimaan yang baik selama menjalani umrah.
"Saya berterima kasih karena proses umrah yang saya jalani kemarin berjalan dengan baik," kata Megawati kepada Dubes Saudi.
Megawati Terima Dubes Arab Saudi di Kediamannya (Foto: dok. istimewa) |
Ahmad Basarah, yang turut dalam umrah saat itu, menjelaskan Megawati mengamati proses pembangunan di Masjidil Haram. Megawati menyinggung rencana kuota haji 6 juta pada 2030 dan mengusulkan penanaman pohon di Kota Suci dan di daerah pelaksanaan ibadah haji khususnya "pohon Sukarno".
"Dubes Saudi sangat gembira dengan usulan Ibu Megawati dan menjelaskan bahwa Arab Saudi memang memiliki program penanaman 10 miliar pohon. Karena itu beliau dengan tangan terbuka akan menyambut tawaran Ibu Megawati," kata Basarah.
Ketua Dewan Pengarah BRIN tersebut mengaku siap berkolaborasi memberikan hasil penelitian jenis pohon yang cocok dengan kondisi alam Saudi Arabia. Basarah mengatakan Dubes Saudi meminta Megawati berkontribusi aktif terhadap situasi di Timur Tengah.
"Menurut Dubes Arab Saudi, Ibu Megawati Soekarnoputri adalah sosok penting dalam politik lokal dan global yang memiliki perhatian pada isu lingkungan dan geopolitik, karena itu suara Ibu Megawati sangat penting dan berdampak pada dunia Islam dan global untuk menjaga stabilitas kawasan dan perdamaian dunia," kata Basarah.
Megawati merespons positif permintaan itu. Ia mendukung gencatan senjata selama dua pekan dan diharapkan bisa berdamai sepenuhnya.
"Ibu Megawati merespons positif terkait permintaan dari Dubes Saudi, beliau juga mendukung terkait gencatan senjata yang sudah disepakati selama 2 pekan dan mengikuti ajaran geopolitik Bung Karno, Ibu Megawati siap menjadi jembatan bagi siapapun yang berkonflik untuk mencapai perdamaian sejati," kata Basarah.
"Ibu Megawati menyinggung bahwa beliau juga merupakan special envoy (utusan khusus) yang menjadi jembatan antara Korea Selatan dan Korea Utara," tandas Basarah.
Lihat juga Video Dubes Arab Saudi Sambangi Megawati di Menteng, Bahas Apa?












































