Gerindra Hormati Sikap PDIP Jadi Partai Penyeimbang

Gerindra Hormati Sikap PDIP Jadi Partai Penyeimbang

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 10 Jul 2026 08:31 WIB
Prabowo menerima kunjungan Megawati di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Prabowo menerima kunjungan Megawati di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026). Foto: Dok. IG Prabowo
Jakarta -

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan posisi partainya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai partai penyeimbang. Partai Gerindra pun menghormati sepenuhnya keputusan internal PDIP tersebut.

"Partai Gerindra menghormati sepenuhnya keputusan internal PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri yang memilih menempatkan diri sebagai partai penyeimbang. Bagi Gerindra, setiap partai politik memiliki kedaulatan penuh untuk menentukan arah perjuangan dan posisinya dalam konstelasi politik nasional," ujar Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).

Sugiat menegaskan bahwa hubungan antara Prabowo dan Megawati adalah persahabatan sejati yang sudah teruji oleh waktu. Menurutnya, perbedaan posisi politik-di mana satu berada di pemerintahan dan yang lain mengambil peran penyeimbang-tidak akan pernah melunturkan ikatan personal serta rasa saling menghormati di antara kedua tokoh bangsa tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meskipun berada di luar pemerintahan, persahabatan Ibu Megawati dan Pak Prabowo menjadi jangkar stabilitas politik nasional. Adanya kedekatan emosional ini memastikan bahwa mekanisme checks and balances di parlemen akan berjalan secara terhormat, terukur, dan jauh dari polarisasi yang merusak persatuan," kata Sugiat.

Sugiat menambahkan, Gerindra memiliki banyak persamaan pandangan dengan PDIP bahwa budaya politik nasional adalah gotong royong. Dalam prinsip ini, semua elemen bangsa, baik yang berada di dalam pemerintahan maupun yang bertindak sebagai penyeimbang, memiliki tanggung jawab yang sama terhadap kemajuan NKRI.

"Pemerintahan Presiden Prabowo memandang kritik, koreksi, dan masukan dari partai penyeimbang bukan sebagai bentuk permusuhan, melainkan sebagai vitamin bagi demokrasi. Gerindra menyambut baik komitmen PDIP untuk mengawal jalannya pemerintahan melalui kritik yang objektif dan berbasis pada pemenuhan hak-hak rakyat," sambungnya.

Pilihan politik ini, kata Sugiat, tidak akan mengurangi rasa hormat serta hubungan baik antara Partai Gerindra dan PDIP, maupun hubungan personal yang historis antara Prabowo dan Megawati.

"Soal apakah rakyat bingung atau tidak (dengan sikap PDIP), biar rakyat sendiri yang menentukan. Namun, bagi Partai Gerindra tidak ada masalah, hubungan kami dengan PDI Perjuangan baik-baik saja," tutur Sugiat.

Hal senada juga diutarakan Juru Bicara Gerindra lainnya, Bahtra Banong. Bahtra menegaskan pihaknya sangat menghargai sikap PDIP sebagai partai penyeimbang.

"Pada prinsipnya kami menghargai, menghormati apa yang menjadi penyampaian Ibu Megawati Soekarnoputri terkait dengan posisi PDIP. Dan Pak Prabowo juga secara gamblang menyampaikan pada saat berpidato di DPR, mengucapkan terima kasih ke semua partai, baik partai yang bergabung dengan pemerintah, begitupun partai yang di luar pemerintahan," kata Bahtra.

"Pak Prabowo menyampaikan secara tegas bahwa berterima kasih ke semua partai, di manapun posisinya, apakah itu di pemerintahan atau di luar pemerintahan. Yang pasti adalah bagaimana kita terus berbuat yang terbaik untuk kepentingan bangsa dan kepentingan negara," sambungnya.

Tonton juga video "Gerindra Sebut Hubungan Prabowo-Jokowi Baik: Isu Panas-Dingin Tak Benar"

Halaman 2 dari 2
(isa/idn)


Berita Terkait