Amerika Serikat (AS) dan Iran belum menemukan kesepakatan damai mengakhiri perang dan justru diwarnai saling ancam. Bagaimana nasib Timur Tengah bila kesepakatan antara AS dan Iran gagal?
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyebut proposal yang diajukan Iran sebagai 'sampah'. Iran langsung bereaksi dengan mengeluarkan ultimatum kepada AS bahwa "tidak ada alternatif lainnya" selain menerima proposal tersebut.
Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, melihat kemungkinan besar AS dan Iran gagal menemukan kesepakatan. Bila betul pada akhirnya gagal, ia memprediksi perang akan berlanjut meski tidak intens.
"Bila gagal maka perang seolah masih berlangsung tapi intensitas tidak seperti sebelumnya karena sudah ada gencatan senjata. Jadi seperti antara Rusia dan Ukraina," ujar Hikmahanto kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).
Hikmahanto mengungkap 4 alasan perang tidak bakal berlangsung intens. Pertama, Epic Fury Operations sudah dinyatakan berakhir oleh pemerintah AS.
(isa/jbr)