Kasus remaja 19 tahun diduga membunuh ayah kandung di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, terungkap dari pelaporan kakek pelaku. Sang kakek curiga melihat luka tidak biasa pada jenazah korban.
"(Yang membuat laporan polisi) pihak keluarga juga, dalam hal ini orang tua si korban atau kakek terduga pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo, Kamis (24/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaporan polisi dilakukan tiga hari setelah korban dimakamkan dan ditindaklanjuti dengan ekhsumasi. Anggi menyebut korban dimakamkan pada 26 Agustus oleh pihak keluarga di pemakaman umum Desa Jampang, Kecamatan Gunung Sindur.
Setelah pihak keluarga berdiskusi, ayah kandung korban kemudian membuat laporan resmi ke Polsek Gunung Sindur pada 29 Agustus.
"Jadi, setelah prosesi dikebumikannya jenazah ini, pihak keluarga kemudian berdiskusi, melihat daripada proses pemandian jenazah didapati perlukaan yang dianggap tidak wajar. Setelah diskusi-diskusi, sampailah tiga hari kemudian di tanggal 29 Agustus, pihak keluarga memutuskan untuk melaporkan ke Unit Reskrim Polsek Gunung Sindur," kata Anggi.
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan awal, polisi kemudian membongkar makam korban untuk dilakukan autopsi atau ekshumasi. Dari situ terungkap, bahwa korban diduga meninggal karena kekerasan atau perbuatan pidana.
"Dari hal tersebut terindikasikan bahwa korban adalah merupakan korban dari suatu dugaan tindak pidana. Tim langsung bergerak mencari keterangan saksi-saksi," kata Anggi.
"Diperoleh keterangan bahwa dugaan tindak pidana tersebut, itu dilakukan oleh pihak keluarga, dalam hal ini hubungannya adalah anak. Jadi korban adalah ayah dan yang diduga melakukan itu adalah si anak. Diduga pelaku berusia 19 tahun," sambungnya.
Dihabisi di Kamar Mandi
Diberitakan sebelumnya, pelaku menghabisi korban di kamar mandi rumahnya. Anggi menyebutkan anak dan ayah ini sempat terlibat percekcokan hingga saling cekik di kamar mandi. Selain itu, pelaku juga sempat memukul kepala korban.
"Jadi dia sempat cekcok, sempat saling cekik, baru kemudian dilakukan kekerasannya yang menyebabkan si korban jatuh dan meninggal dunia. Itu keterangan sementara yang diperoleh dari terduga pelaku, yang berhasil diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Gunung Sindur," kata Anggi.
Polisi mengungkap motif pelaku nekat membunuh ayah kandungnya sendiri adalah kesal. Pelaku berdalih kesal karena ditampar ayah gara-gara pulang larut malam.
"Nah, (motif) itu masih kita lakukan pendalaman. Namun sementara yang berhasil dihimpun oleh penyidik, itu terkait dengan motif kesal karena ditegur oleh korban, karena si pelaku ini dia pulang malam, kemudian ketika disuruh istirahat tidak mau," jelas Anggi.
Lihat juga Video: Diduga Alami Gangguan Jiwa, Anak Bunuh Ayah-Ibu di Ponorogo










































