Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping sebentar lagi akan berlangsung. Pertemuan ini adalah kunjungan pertama bagi seorang Presiden Amerika ke China dalam 10 tahun terakhir.
Trump dijadwalkan akan tiba di Beijing pada Rabu (13/5) waktu setempat, dia akan berada di China hingga Jumat (15/5). Kunjungan ini awalnya dijadwalkan pada Maret ini, namun tertunda karena perang yang berkecamuk saat AS melawan Iran.
Sebelum berangkat, Trump mengatakan dirinya mengharapkan "pembicaraan panjang" dengan Xi tentang Iran, yang bergantung pada China sebagai pelanggan utama minyaknya yang dikenai sanksi AS.
Namun Trump juga berupaya meredam perbedaan pendapat mengenai Iran, dengan mengatakan bahwa Xi telah "relatif baik".
"Saya pikir kita tidak membutuhkan bantuan apa pun terkait Iran. Kita akan memenangkannya dengan satu atau lain cara. Kita akan memenangkannya secara damai atau sebaliknya," kata Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih.
Kunjungan kenegaraan Trump ini -- yang pertama sejak terakhir Trump berkunjung ke Beijing pada tahun 2017 -- akan melibatkan pembicaraan penting dengan Xi pada Kamis (14/5) dan Jumat (15/5) waktu setempat, selama jadwal padat yang mencakup jamuan makan malam kenegaraan dan resepsi minum teh.
Apa yang Akan Dibahas Trump?
Trump mengatakan pada Senin (11/5) dirinya akan berbicara dengan Xi mengenai penjualan senjata AS ke Taiwan, negara yang memiliki pemerintahan demokrasi sendiri yang diklaim oleh Beijing. Hal ini menandai perubahan dari penegasan historis AS bahwa mereka tidak akan berkonsultasi dengan China mengenai dukungannya untuk Taiwan.
Kendali China atas ekspor logam tanah jarang dan hubungan perdagangan yang penuh gejolak juga diperkirakan akan menjadi topik pembicaraan kedua pemimpin negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut.
Terkait dengan konflik di Iran, Trump mengatakan dia tidak akan membicarakan masalah itu dengan Xi. Trump mengaku tidak membutuhkan Xi untuk menemukan jalan keluar dari konflik yang dimulai dua setengah bulan lalu dengan serangan besar-besaran AS-Israel sebelum berujung pada kebuntuan atas kendali jalur pelayaran Selat Hormuz.
"Kita punya banyak hal untuk dibahas. Sejujurnya, saya tidak akan mengatakan Iran adalah salah satunya, karena kita sudah mengendalikan Iran dengan sangat baik," kata Trump.
"Kita akan membuat kesepakatan atau mereka akan dihancurkan," imbuhnya.
Trump Didampingi Konglomerat
Dalam kunjungannya ke China, menurut Gedung Putih, Trump didampingi sejumlah besar eksekutif bisnis top AS, termasuk CEO Tesla Elon Musk dan CEO Apple Tim Cook.
Selain itu, delegasi juga diisi para eksekutif papan atas dari sektor keuangan dan industri teknologi Amerika seperti :
Goldman Sachs - David Solomon
Blackstone - Stephen Schwarzman
BlackRock - Larry Fink
Citigroup - Jane Fraser
Meta - Dina Powell McCormick
Tokoh lain yang juga disebut ikut dalam rombongan di antaranya pimpinan Boeing, Cisco, Visa, Mastercar, Qualcomm hingga Micron.
Simak juga Video: Trump Sebut Tak Butuh Bantuan Cina untuk Taklukan Iran











































