Ke Pasar Induk Kramat Jati, Heru Budi Dapati Kenaikan Harga Sayuran

ADVERTISEMENT

Ke Pasar Induk Kramat Jati, Heru Budi Dapati Kenaikan Harga Sayuran

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 08:43 WIB
Pj Gubernur DKI Heru Budi cek stok dan harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jaktim, Selasa (6/12/2022).
Pj Gubernur DKI Heru Budi mengecek stok dan harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jaktim, Selasa (6/12/2022). (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyambangi Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Heru mengecek harga serta komoditas pangan menjelang Natal dan tahun baru 2023.

Pantauan detikcom di lokasi, Selasa (6/12/2022), Heru Budi tiba di Pasar Induk Kramat Jati sekitar pukul 07.45 WIB. Heru didampingi oleh sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta, antara lain Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta Sri Haryati, Kepala Dinas PPKUKM Elisabeth Ratu Rante, dan Wali Kota Jakarta Timur M Anwar.

Heru memulai perjalanan dengan memasuki area dalam pasar, tepatnya di kios bahan pokok. Heru menemukan sejumlah harga sayuran mengalami kenaikan.

"Bapak, kol berapaan?" tanya Heru kepada salah satu pedagang.

"Rp 7.000," jawab pedagang sayuran bernama Jumedi.

"Kok naik? Kemarin masih Rp 5.000?" tanya Heru lagi.

"Soalnya, dari Jawa (harga)-nya naik, Pak," jawab Jumedi.

Heru kemudian menanyakan dari mana asal sayuran yang dijual Jumedi. Jumedi pun menjawab sayuran ini didatangkan dari daerah Jawa Timur.

"Dari mana ini?" tanya Heru.

"Jawa Timur," kata Jumedi.

"Jauh banget, memang dari Jatim ya biasanya?" tanya Heru.

"Iya," ujar Jumedi.

Setelah ke kios sayuran, Heru dkk kemudian mendatangi pedagang kios bawang merah. Salah satu pedagang bernama Agus (52) memastikan stok bawang tercukupi. Namun ia mengeluhkan rendahnya daya beli di pasaran.

"Dari mana, Pak, bawangnya?" tanya Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta Sri Haryati.

"Dari Brebes," jawab Agus.

"Pasokan aman?" tanya Sri.

"Aman. Yang lemah daya belinya, harganya mah murah," jawab Agus.

Heru kemudian menyambangi kios cabe. Salah satu pedagang mengaku kepada Heru bahwa harga cabe rawit saat ini Rp 45 ribu per kg.

Harga tersebut mengalami kenaikan sejak tiga hari yang lalu akibat cuaca. Sebelumnya, harga cabe rawit Rp 30 ribu.

"Naik sekitar 10 persen, Pak, karena cuaca," jelas Diki.

Heru kemudian melanjutkan mengelilingi pasar. Aktivitas pasar pun berjalan lancar.

Simak juga 'Jelang Nataru, Mendag Zulhas Janjikan Stok Pangan Aman':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT