7 Fakta Buron Kelas Kakap Ditangkap di Bali

ADVERTISEMENT

7 Fakta Buron Kelas Kakap Ditangkap di Bali

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 06:37 WIB
Cyril Stiak, buronan interpol asal Ceko ditangkap di Bali.
Cyril Stiak, buronan interpol asal Ceko ditangkap di Bali. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Dua warga negara asing, Cyril Stiak (48) dan Stefan Durina (39), ditangkap di wilayah Badung, Bali. Keduanya merupakan buronan interpol berstatus red notice.

Cyril Stiak yang berkebangsaan Republik Ceko dan Stefan Durina, seorang warga negara Slowakia, keduanya ini diburu oleh Head of National Central Bureau (NCB) Praha, Ceko sejak 2019. Mereka diburu atas kasus penggelapan, hingga mengemplang pajak senilai miliaran.

Berdasarkan data perlintasan di Imigrasi, keduanya masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, sejak 2019. Stefan Durina sendiri pertama kali masuk Indonesia sejak 2019, namun hingga terakhir masuk pada 20 Maret 2020, Stefan Durina sudah 8 kali bolak-balik ke Indonesia.

Selama pelarian tersebut, keduanya membangun jaringan bisnis di Bali. Cyril Stiak mengelola sebuah vila di Pantai Karma, Kuta Selatan. Sementara Stefan Durina menyewa sebuah vila yang dijadikan sebagai kantor perusahaan marketplace.

Berikut ini fakta-fakta penangkapan buronan Interpol yang dirangkum pada Jumat (2/12/2022) sebagai berikut:

Diburu Interpol Sejak 2019

Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Krishna Murti mengatakan, Cyril Stiak dan Stefan Durin merupakan buronan Interpol Red Notice (IRN) kelas atas (high profile).

"Keduanya merupakan buronan high profile di negaranya dan sudah dicari sejak 2019," kata Krishna Murti kepada detikcom, Rabu (30/11).

Cyril Stiak dan Stefan Durina ditangkap di dua lokasi terpisah. Cyril Stiak ditangkap di kontrakan di Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Rabu (30/11). Sedangkan Stefan Durina ditangkap di Vila River, Canggu, Kuta Utara, Badung, pada Kamis (1/12).

Cyril Stiak, buronan interpol asal Ceko ditangkap di Bali.Cyril Stiak, buronan interpol asal Ceko ditangkap di Bali. (Foto: Dok. Istimewa)

Jejak Kriminal Cyril Stiak dan Stefan Durina

Berdasarkan informasi NCB Praha yang diterima NCB Interpol Indonesia, Cyril Stiak melakukan penggelapan perusahaan Majordomos Gastro S.R.O pada 2 Juni 2008. Cyril Stiak menggelapkan uang perusahaan sebesar CZK 25 ribu.

"Informasi dari NCB Praha, Cyril Stiak melakukan 18 kali penggelapan dan menyebabkan kerugian perusahaan Majordomos Gastro S.R.O sebesar CZK 529.890, serta perusahaan CITY CAFÉ S.R.O sebesar CZK 104 ribu," kata Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti kepada detikcom, Jumat (1/12).

Cyril Stiak juga menyebabkan kerugian pada perusahaan asuransi lantaran belum membayar asuransi pada periode Januari 2008 dan April 2009. Tak hanya itu, Cyril Stiak mengakibatkan kerugian otoritas pendapatan di Ceko karena mengemplang pajak.

"Sementara Stefan Durina melakukan penipuan dan penggelapan pajak terhitung mulai tanggal 15 Agustus 2014 hingga 28 Januari 2016. Modus yang dilakukan oleh pelaku ialah berkamuflase membuat sebuah jaringan perusahaan yang dia kontrol sendiri dengan membeli barang elektronik di berbagai negara UNI Eropa tanpa membayar pajak," papar Krishna.

Akibat perbuatannya itu, Republik Ceko dirugikan sebesar CZK 14.124.587. Sedangkan total kerugian Ceko yang diakibatkan dari perbuatan keduanya senilai 84.758.544.CZK atau setara Rp.56.788.224.480.

"Akibat perbuatan mereka, Negara Ceko mengalami kerugian total sebesar CZK 100.209.661 atau setara Rp. 67.140,472,870," katanya.

Lihat juga video 'WN Rusia Buron Interpol yang Kabur dari Kantor Imigrasi Bali Dideportasi':

[Gambas:Video 20detik]



Baca selengkapnya di halaman selanjutnya....



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT