Saling Puji Duo Haedar Nashir-Abdul Mu'ti yang Pimpin Muhammadiyah Lagi

ADVERTISEMENT

Saling Puji Duo Haedar Nashir-Abdul Mu'ti yang Pimpin Muhammadiyah Lagi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 20 Nov 2022 21:02 WIB
Haedar Nashir dan Abdul Muti di Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Solo, Minggu (20/11/2022).
Foto: Haedar Nashir dan Abdul Mu'ti (dok. muktamar48.id)
Jakarta -

Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Solo, Jawa Tengah, telah melahirkan keputusan dengan menetapkan Haedar Nashir dan Abdul Mu'ti terpilih kembali sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Baik Haedar Nashir maupun Abdul Mu'ti pun kemudian saling melempar pujian.

Perjalanan pemilihan pimpinan Muhammadiyah itu dimulai dari sidang Muktamar ke-48 Muhammadiyah. Sidang tersebut sudah melewati pemilihan 13 formatur PP Muhammadiyah. Setelah dilakukan e-voting dan penghitungan suara, ada 13 formatur PP Muhammadiyah yang terpilih.

Dalam siaran langsung kanal YouTube tvMu, Minggu (20/11/2022), posisi pertama ditempati Haedar Nashir dengan 2.203 suara, sedangkan posisi kedua adalah Abdul Mu'ti 2.159 suara.

Berikut daftar 13 formatur PP Muhammadiyah:
1. Haedar Nashir 2.203
2. Abdul Mu'ti 2.159
3. Anwar Abbas 1.820
4. M Busyro Muqoddas 1.778
5. Hilman Latif 1.675
6. Muhadjir Effendy 1.598
7. Syamsul Anwar 1.494
8. Agung Danarto 1.489
9. M Saad Ibrahim 1.333
10. Syafiq A Mughni 1.152
11. Dadang Kahmad 1.119
12. Ahmad Dahlan Rais 1.080
13. Irwan Akib 1.001

Sidang muktamar kemudian memutuskan Haedar Nashir kembali terpilih menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2022-2027. Tak hanya itu, Abdul Mu'ti juga terpilih kembali menjadi Sekretaris Umum PP Muhammadiyah.

"Diserahkan kepada pimpinan baru yang kami sebutkan tadi Prof Haedar dan Prof Abdul Mu'ti," kata panitia Muktamar PP Muhammadiyah A Dahlan Rais dalam siaran YouTube tvMU Channel.

Acara pada saat itu kemudian dilanjutkan serah terima jabatan dari pengurus PP Muhammadiyah periode 2017-2022 ke pimpinan periode 2022-2027.

Haedar mengatakan posisinya sebagai ketua umum hanya sejengkal dikedepankan. Dia menyebut prinsip kepemimpinan di Muhammadiyah tetaplah kolektif kolegial dan sistem persarikatan.

"Saya selaku ketua umum posisinya hanya sejengkal didepankan dan seinci ditinggikan, tapi prinsip kepemimpinan adalah kepemimpinan kolektif kolegial dan sistem persarikatan," kata Haedar usai ditetapkan oleh sebagai Ketum dalam Muktamar ke-48 di Solo, Jawa Tengah (Jateng) yang ditayangkan tvMu Channel, Minggu (20/11).

Haedar menyebut akan menjalankan amanat sesuai dengan program yang telah disusun. Arah program itu, kata dia, lebih kepada proses transformasi yang dinamis.

"Kami menjalankan amanat tentu pertama menjalankan program-program Muhammadiyah yang arahnya pada proses transformasi yang lebih dinamis di masa yang akan datang. Baik yang menyangkut program umum maupun program-program di bidang yang arahnya kepada Muhammadiyah yang unggul berkemajuan dalam berbagai aspek kehidupan," tutur Haedar.

Selain itu, Muhammadiyah, kata Haedar, mengemban tugas untuk menyebarluaskan pandangan Islam berkemajuan. Dia berharap Islam berkemajuan dapat membawa rahmat.

"Yang kedua kami mengemban tugas untuk mensosialisasikan serta pandangan Islam berkemajuan. Dalam risalah Islam berkemajuan yang sudah ditetapkan untuk terus didialogkan dengan berbagai kalangan di dalam dan luar negeri, agar Islam yang maju dan membawa rahmat bagi semesta alam itu menjadi alam pikiran yang menyebar dan meluas, serta terimplementasi makin baik di persarikatan," tuturnya.

"Islam yang membawa damai, Islam yang menyatukan, Islam yang membangun optimisme, tatapi juga Islam yang menghadirkan kemajuan hidup seluruh masyarakat, negara, dan kemanusiaan ke depan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Haedar mengatakan Muhammadiyah memiliki mandat untuk membicarakan isu strategis keumatan dengan berbagai pihak. Dia berharap hasil muktamar ini bisa menjadi masukan kepada pemerintah.

"Yang ketiga, kami PP Muhammadiyah juga memiliki mandat untuk mendiskusikan berbagai pihak mengenai isu-isu strategis keumatan, kebangsaan universal sesuai dengan porsi dan bidangnya, sehingga hasil muktamar ini juga terus kita jadikan masukan-masukan penting bagi berbagai pihak, pemerintah, DPR, lembaga-lembaga, TNI/Polri, komponen bangsa yang lain bahkan dunia internasional," jelasnya.

Haedar Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi hingga Gibran

Haedar Nashir mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak karena Muktamar ke-48 Muhammadiyah telah berjalan dengan lancar. Secara khusus, Haedar mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Widodo).

"Lebih khusus kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden RI, para menteri kabinet Indonesia Maju dan lembaga-lembaga negara, para pimpinan lembaga negara serta para pihak yang kemarin ikut hadir dalam pembukaan muktamar yang luar biasa partisipasi dari pada warga persarikatan," kata Haedar dalam siaran YouTube tvMu Channel, Minggu (20/11).

Haedar juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming. Muktamar ke-48 Muhammadiyah itu berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah.

"Juga secara khusus kami ucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan lebih khusus lagi pemerintah Kota Solo, kepada Pak Wali Kota Mas Gibran, serta tentu saja Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah menyelenggarakan muktamar ini demikian modern, demikian maju," tuturnya.

Tak lupa, Haedar juga mengucapkan terima kasih kepada Abdul Mu'ti yang telah membersamai selama 5 tahun dan akan kembali bersama untuk 5 tahun ke depan. Dia berharap Muhammadiyah akan semakin berkemajuan.

"Saya juga secara khusus menyampaikan kepada Mas Mu'ti yang telah membersamai kami selama 5 tahun dan untuk 5 tahun ke depan. Insyaallah Muhammadiyah makin maju dan umat bangsa juga makin berkemajuan," jelasnya.

Haedar Nashir dan Abdul Muti saling puji. Baca di halaman berikutnya>>



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT