Duduk Perkara Polwan Anggota BNN Riau Aniaya Wanita

ADVERTISEMENT

Duduk Perkara Polwan Anggota BNN Riau Aniaya Wanita

Tim detikSumut - detikNews
Selasa, 27 Sep 2022 14:49 WIB
Korban disekap dan dianiaya polwan di Pekanbaru, Riau.
Korban disekap dan dianiaya Polwan anggota BNN di Pekanbaru, Riau. (Istimewa/tangkapan layar)
Pekanbaru -

IDR, Polisi Wanita (Polwan) di Pekanbaru, Riau, dilaporkan ke Polda Riau karena diduga menyekap dan menganiaya wanita bernama Riri Aprilia Martin (27). Polwan dan ibunya kini menjadi tersangka.

Riri Aprilia Martin curhat dan memposting foto memar akibat penganiayaan itu ke media sosial. Riri mengaku dikurung atau disekap di dalam kamar dan seluruh lampu dimatikan.

Riri lalu melaporkan Polwan berinisial IDR atau IR ke Polda Riau pada 22 September sekitar pukul 00.30 WIB. Surat laporan polisi itu di-publish dengan Nomor: STPL/B/448/IX/2022/SPKT/Riau tentang Penganiayaan.

Pengakuan Riri

Riri menuturkan awalnya dia sedang bersama pacarnya, yang merupakan adik Polwan IDR, pada Rabu (21/9/2022) pukul 20.00 WIB. Pacar Riri itu juga polisi, yakni Brigadir RZ, yang berdinas di Narkoba Polda.

Saat itu, keduanya didatangi Brigadir IDR dan ibunya dan langsung diminta keluar dari kontrakannya. Sang pacar yang mendengar suara kakak dan ibunya menolak dan minta masalah itu diselesaikan di rumah.

"Saat datang, dia ngomong dengan kasar, teriak-teriak gimana caranya bisa ketemu saya. Pacar saya menemui agar saya tak dipukuli karena pacar saya ini sudah tahu ibu dan kakaknya kasar," katanya.

Negosiasi Brigadir RZ rupanya tidak juga membuahkan hasil. Brigadir IDR semakin murka dan memaksa masuk kamar dan menemui Riri yang sudah ketakutan.

"Saat bertemu, langsung dipukul, dicakar, dijambak, dan diseret pakai rambut saya sendiri di kontrakan. Kepala bengkak kan ini karena dijambak, itu kejadian di dalam kamar," katanya.

Riri mengaku dikunci di dalam kamar dengan posisi lampu dimatikan. Dalam kondisi gelap gulita itulah korban dipukuli.

"Polwan ini ngurung saya di kamar, ngunci pintu dan lampu dimatikan. Dikeroyoklah saya di kamar itu, ada sekitar 15 menitlah. Itulah dia bilang, 'saya Polwan, saya tugas di BNN' dan sebagainya," kata Riri.

Riri mengaku peristiwa yang menimpanya itu bermula dari cinta tak direstui. Keluarga sang kekasih, Brigadir RZ, tidak merestui hubungan keduanya yang sudah dijalin 3 tahun terakhir.

"Awalnya ini cinta tak direstui. Kami ini dilarang komunikasi, dilarang bertemu lagi. Tetapi kami sudah diberi peringatan sampai pada hari itu nomor pacar saya di-checkpost sama Polwan ini," katanya.

Lihat juga video 'Heboh Petugas Pasukan Oranye di Jaksel Aniaya Pacar karena Cemburu!':

[Gambas:Video 20detik]



Dibawa ke BNN bisa dibaca di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT