4 Fakta Mobil Dinas Wali Kota Cilegon Disandera Massa Pengunjuk Rasa

ADVERTISEMENT

4 Fakta Mobil Dinas Wali Kota Cilegon Disandera Massa Pengunjuk Rasa

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 06 Sep 2022 21:37 WIB
Video mobil dinas seorang pejabat dicegat massa penolak kenaikan harga BBM viral di medsos. Massa juga sempat menduduki mobil sedan mewah pejabat tersebut. (Tangkapan layar video viral)
Mobil dinas Wali Kota Cilegon dicegat massa penolak kenaikan harga BBM di Patung Kuda, Jakpus, Senin (5/9/2022) sore. (Foto: Tangkapan layar video viral)
Jakarta -

Demo memprotes kenaikan harga BBM di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (5/9), berakhir ricuh. Massa sempat menerobos kawat berduri hingga bakar-bakar 'keranda mayat'.

Tak hanya itu, sejumlah peserta demo juga melakukan tindakan anarkis. Mereka menyandera hingga menduduki mobil dinas milik Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian.

Aksi tersebut tidak berlangsung lama. Polisi menangkap enam orang peserta demo yang melakukan tindakan yang dianggap 'membahayakan keselamatan orang lain'.

Peristiwa tersebut terjadi di lokasi demo tepatnya di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. Saat itu mobil Toyota Camry Hybrid bernopol A-1-R yang ditumpangi Helldy Agustian diadang hingga diduduki.

Dalam video yang tersebut, terlihat dua orang menduduki kap mobil dinas tersebut. Mereka menolak ditarik turun dari mobil dinas tersebut.

Kejadian itu tak berlangsung lama setelah sejumlah orang mencegah para pelaku. Mobil dinas Helldy Agustian itu diperbolehkan melintas kembali.

Kronologi Mobil Wali Kota Cilegon Disandera

Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Senin (5/9) kemarin sore. Saat itu Helldy hendak menuju gedung MNC di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dan sempat dicegat massa.

"Betul, kemarin mobil kita dicegat yang demo nolak BBM, itu sekitar jam 5 (sore) lewat dikit. Kemarin saya dalam perjalanan ke gedung MNC dalam rangka menerima penghargaan best leadership di sana," kata Helldy saat dimintai konfirmasi, Selasa (6/9).

Helldy menganggap hal tersebut 'biasa saja'. Ia pun mengaku memahami situasi massa yang tengah berdemo dan membiarkan massa melakukan orasi hingga kurang dari 10 menit.

"Ya kita biasa aja, karena kita juga berempati ke mereka yang memang kondisinya kan BBM baru aja naik. Kita ngertilah situasinya gimana. Makanya kita biarkan mereka sempat orasi juga di depan mobil," ujarnya

Helldy tidak keluar ketika mobilnya diadang massa. Beberapa petugas seperti Satpol PP dan polisi berpakaian bebas sempat menghalangi pedemo agar tak merusak mobil. Helldy pun dapat melanjutkan perjalanannya kembali.

Baca di halaman selanjutnya: polisi tangkap 6 pelaku

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT