Tender-tender di DPR yang Tuai Sorotan, Terbaru Cetak Kalender Rp 955 Juta

ADVERTISEMENT

Tender-tender di DPR yang Tuai Sorotan, Terbaru Cetak Kalender Rp 955 Juta

Haris Fadhil - detikNews
Sabtu, 27 Agu 2022 11:45 WIB
Ilustrasi Gedung DPR (Andhika/detikcom)
Ilustrasi gedung DPR (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Tender cetak kalender senilai Rp 955 juta di DPR RI menjadi sorotan dan menuai kritik. Sebelum tender kalender, ada sejumlah tender lain di DPR yang juga jadi sorotan hingga dibatalkan.

Dirangkum detikcom, Sabtu (27/8/2022), tender-tender yang jadi sorotan itu antara lain pengadaan gorden rumah jabatan anggota, pengecatan dome Gedung Kura-kura, dan yang terbaru percetakan kalender.

Berikut selengkapnya:

1. Tender Gorden Rp 48,7 Miliar

DPR RI awalnya menganggarkan Rp 48,7 miliar untuk membeli gorden rumah jabatan anggota DPR RI. Anggaran itu berasal dari APBN 2022.

Dilihat detikcom dari situs LPSE DPR RI, Sabtu (26/3), tender tersebut diberi nama 'Penggantian Gordyn dan Blind DPR RI Kalibata' dengan kode tender 732087.

Tender saat itu berada pada tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga. Ada 49 peserta tender yang telah terdaftar.

"Tahun anggaran APBN 2022. Nilai pagu paket Rp 48.745.624.000 (Rp 48,7 miliar). Nilai HPS paket Rp 45.767.446.332,84 (Rp 45,7 miliar)," demikian tertulis dalam situs itu.

Sekjen DPR Indra Iskandar menjelaskan soal anggaran Rp 48,7 miliar untuk mengganti gorden di rumah jabatan anggota Dewan. Dia mengatakan anggaran dialokasikan untuk 505 unit rumah dan tiap rumah mendapat Rp 90 juta.

"Anggaran ini hanya bisa dialokasikan untuk 505 unit rumah. Hanya untuk 505 unit rumah itu per rumahnya rata-rata Rp 80 juta sekian dengan pajak sekitar Rp 90 jutaan per rumah," kata Indra Iskandar kepada wartawan di kompleks parlemen, Senin (28/3).

Indra menjelaskan pengajuan anggaran untuk penggantian gorden sudah diajukan sejak 13 tahun yang lalu, namun belum terwujud. Dia mengatakan penggantian gorden baru diajukan saat anggaran tersedia pada 2022.

Proyek itu pun menuai kritik, baik dari anggota DPR itu sendiri maupun masyarakat. Meski menuai kritik, tender terus berlanjut hingga akhirnya ada pemenang.

Saat itu, lelang dimenangi PT Bertiga Mitra Solusi, yang beralamat di Tangerang, Banten. Harga terkoreksi dan harga negosiasi tender ini tetap sama seperti angka yang ditawarkan PT Bertiga Mitra Solusi sebagai pemenang tender, yakni Rp 43,5 miliar.

BURT DPR RI kemudian meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit terkait besaran harga dan pengadaan gorden rumah dinas anggota DPR yang mencapai Rp 43,5 miliar. BURT pun menyatakan bakal memutuskan lanjut atau tidaknya proyek tersebut.

Sementara itu, Badan Anggaran DPR RI mendorong pengadaan gorden itu dibatalkan. BURT dan Setjen DPR akhirnya memutuskan tidak melanjutkan proyek gorden rumah jabatan anggota DPR yang mencapai Rp 43,5 miliar. Keputusan itu diambil setelah diskusi panjang BURT dan Setjen DPR.

"BURT memutuskan Sekjen untuk tidak melanjutkan pelaksanaan pengadaan gorden, vitrase, dan blind rumah jabatan (RJA) DPR RI," kata Ketua BURT DPR Agung Budi Santoso dalam konferensi pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/5).

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Gegara Suara 'Sayang' di Raker Komisi III-Kapolri, Aboe Bakar Dilaporkan ke MKD

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT